Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 masih dapat dikendalikan.
Optimisme tersebut didorong oleh capaian penerimaan pajak pada Januari yang menunjukkan kenaikan signifikan.
“Hasil awal di bulan Januari, pajak tumbuh 30 persen dibanding Januari tahun lalu. Kalau kita tahan 30 persen terus, itu saja sudah melebihi target APBN, defisitnya akan turun,” kata Purbaya dalam kegiatan Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis.
Purbaya Ungkap Penyebab Ricuh PBI BPJS Kesehatan
Ia menjelaskan upaya menjaga penerimaan negara tidak ditempuh melalui kenaikan tarif pajak, melainkan dengan memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, perlambatan ekonomi akan menghambat aktivitas usaha sehingga kemampuan pelaku usaha dalam membayar pajak ikut menurun.
Karena itu pemerintah memilih memberikan dorongan stimulus agar aktivitas ekonomi kembali bergerak.
“Saya nggak menaikkan tarif pajak, pajak yang daring saya tunda dulu, cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) saya tunda juga, karena saya tahu ketika ekonomi jatuh, pemerintah bukan mencekik ekonomi, harusnya memberi stimulus,” jelas Menkeu.
Secara bersamaan pemerintah meningkatkan likuiditas melalui sektor perbankan, mendorong percepatan belanja pemerintah daerah, serta mengatasi hambatan yang dihadapi dunia usaha.
Pembenahan internal juga dilakukan di lingkungan Kementerian Keuangan, khususnya pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), guna mencegah kebocoran penerimaan.
Ia meyakini kebijakan tersebut mulai terlihat dari kinerja penerimaan pajak awal tahun.
“Jadi, ekonomi yang lebih cepat adalah modal saya untuk mengendalikan pendapatan, rasio pajak (tax ratio), maupun defisit anggaran,” tuturnya.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan penerimaan pajak Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun atau tumbuh 30,8 persen, setara 4,9 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun. Secara keseluruhan, penerimaan negara hingga 31 Januari tercatat Rp172,7 triliun, naik 9,8 persen dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp157,3 triliun.
Realisasi tersebut telah memenuhi 5,5 persen dari target pendapatan negara dalam APBN 2026 yang dipatok Rp3.153,6 triliun.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Anggaran Pendapatan Belanja Negara APBN 2026


























