Kamis, 12/02/2026 16:26 WIB

WHO Anggap Risiko Penyebaran Virus Nipah Masih Rendah





Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko penyebaran virus Nipah yang mematikan masih tergolong rendah, meski baru-baru ini tiga kasus dikonfirmasi

Ilustrasi penanganan kasus nipah (Foto: Reuters)

Jenewa, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko penyebaran virus Nipah yang mematikan masih tergolong rendah, meski baru-baru ini tiga kasus infeksi dikonfirmasi di India dan Bangladesh.

Nipah merupakan virus zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, belum memiliki vaksin, dan memiliki tingkat kematian tinggi berkisar 40 hingga 75 persen, menurut badan kesehatan PBB tersebut.

"Dalam beberapa minggu terakhir, tiga kasus Nipah, yakni dua di India dan satu di Bangladesh, menjadi sorotan dan menimbulkan kekhawatiran tentang wabah yang lebih luas," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada Rabu (11/2).

Namun, dikutip dari The Straits Times pada Kamis (12/2), WHO menilai risiko penyebaran virus Nipah baik secara regional maupun global tetap rendah.

Dua kasus Nipah dikonfirmasi pada Januari di negara bagian Benggala Barat, India, sementara satu pasien meninggal di Bangladesh pekan lalu setelah terinfeksi virus tersebut.

Tedros menjelaskan kedua wabah itu tidak saling terkait, meski sama-sama terjadi di wilayah perbatasan India-Bangladesh dan memiliki kondisi ekologis serta budaya yang mirip, termasuk populasi kelelawar buah yang dikenal sebagai reservoir alami virus Nipah.

Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada 1998 setelah menyebar di kalangan peternak babi di Malaysia. Di India, wabah Nipah pertama dilaporkan di Benggala Barat pada 2001.

Pada 2018, setidaknya 17 orang meninggal akibat Nipah di Kerala, dan pada 2023 dua orang kembali dilaporkan meninggal di negara bagian selatan tersebut.

Gejala Nipah meliputi demam tinggi, muntah, serta infeksi saluran pernapasan, namun kasus berat dapat menyebabkan kejang dan peradangan otak yang berujung koma.

KEYWORD :

Virus Nipah India Risiko penyebaran Nipah Wabah Nipah Bangladesh




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :