Dekorasi perayaan Tahun Baru Imlek - red chinese lanterns in close up (Foto: Pexels/Henry & Co)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap perayaan Tahun Baru Imlek, hampir seluruh dekorasi didominasi warna merah. Lampion, angpao, hingga pakaian yang dikenakan saat perayaan tampak seragam dalam satu nuansa.
Warna tersebut bukan sekadar pilihan estetika, melainkan memiliki latar sejarah dan makna simbolik yang kuat dalam tradisi Tionghoa.
Dalam budaya Tionghoa, warna dipercaya membawa energi dan harapan. Karena itu, pemilihan warna saat perayaan besar tidak dilakukan secara kebetulan. Merah dipandang sebagai warna paling membawa keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan.
Asal-usul penggunaan warna merah dalam Imlek berkaitan dengan legenda kuno tentang makhluk bernama Nian. Dalam cerita rakyat Tiongkok, Nian digambarkan sebagai monster yang muncul setiap pergantian tahun dan mengganggu penduduk desa. Warga kemudian menemukan bahwa makhluk tersebut takut terhadap warna merah, cahaya terang, dan suara keras.
Sejak saat itu, masyarakat menggantung kain merah di pintu rumah, menyalakan lampion, serta membuat petasan untuk mengusir Nian. Kebiasaan tersebut perlahan menjadi tradisi tahunan yang diwariskan turun-temurun hingga menjadi bagian dari perayaan Imlek modern.
Selain berasal dari legenda, warna merah juga memiliki arti filosofis dalam kebudayaan Tionghoa. Merah melambangkan keberuntungan, kemakmuran, kebahagiaan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik pada tahun yang baru. Karena itu, warna ini digunakan pada amplop angpao yang berisi uang sebagai simbol doa agar penerimanya memperoleh rezeki.
Penggunaan warna merah juga berkaitan dengan konsep keseimbangan energi dalam kepercayaan tradisional Tionghoa. Merah dianggap sebagai warna yang membawa energi positif, mengusir nasib buruk, serta melindungi rumah tangga dari pengaruh negatif.
Tidak hanya dekorasi rumah, pakaian baru berwarna merah juga sering dikenakan saat Imlek. Hal ini melambangkan awal yang baru sekaligus harapan untuk meninggalkan kesialan tahun sebelumnya. Bahkan di sejumlah keluarga, anak-anak dianjurkan memakai merah agar mendapatkan keberuntungan.
Dengan demikian, dominasi warna merah pada Imlek bukan sekadar ornamen perayaan. Ia merupakan simbol harapan, doa, dan keyakinan akan datangnya keberuntungan, yang diwariskan dari legenda, filosofi, dan kebudayaan masyarakat Tionghoa selama berabad-abad.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warna Merah Imlek Merah Tradisi Imlek



























