Kamis, 12/02/2026 10:58 WIB

Lauk yang Biasa Dimakan Rasulullah SAW saat Sahur, Apa Saja?





Kebiasaan sahur Rasulullah Muhammad sering menjadi rujukan umat Islam setiap memasuki Ramadan.

Ilustrasi - Buah kurma yang biasa dimakan Nabi Muhammad SAW saat sahur (Foto: Pexels/Zak Chapman)

Jakarta, Jurnas.com - Kebiasaan sahur Rasulullah Muhammad sering menjadi rujukan umat Islam setiap memasuki Ramadan. Berbeda dengan gambaran menu sahur modern yang penuh hidangan berat, sahur Nabi justru dikenal sangat sederhana.

Dalam berbagai riwayat hadis disebutkan bahwa beliau tidak mencari banyak makanan, melainkan mencukupkan diri dengan makanan ringan namun bernilai gizi dan membawa keberkahan.

Prinsipnya bukan kenyang berlebihan, melainkan memberi kekuatan tubuh agar mampu menjalankan puasa dengan baik.

Salah satu makanan yang paling sering dikonsumsi Rasulullah saat sahur adalah kurma.

Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan: نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ yang berarti, “Sebaik-baik sahur seorang mukmin adalah kurma.”

Kurma mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh sehingga mampu menjaga energi lebih stabil selama berpuasa. Karena itu kurma tidak hanya dianjurkan saat berbuka, tetapi juga sangat dianjurkan ketika sahur.

Minuman lain yang juga dikonsumsi Nabi adalah susu kambing. Dalam hadis sahih diceritakan beliau pernah meminum susu yang diberikan sahabat, kemudian berdoa: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ yang berarti, “Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah untuk kami darinya.”

Susu memberikan protein, energi, dan cairan sekaligus sehingga cocok menjadi sahur ringan namun mengenyangkan.

Selain itu Rasulullah pernah memakan roti dengan cuka dan juga menyukai zaitun.

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan: نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلُّ yang artinya, “Sebaik-baik lauk adalah cuka.”

Makanan pendamping sederhana ini kini diketahui mengandung manfaat kesehatan, termasuk membantu pencernaan dan menjaga daya tahan tubuh saat berpuasa.

Kebiasaan sahur Rasulullah menunjukkan bahwa inti sahur bukanlah banyaknya makanan, tetapi keberkahan dan kecukupan. Menu beliau terdiri dari kurma sebagai energi cepat, air dan susu sebagai hidrasi, serta gandum, zaitun, dan lauk sederhana sebagai penguat stamina.

Teladan ini mengajarkan bahwa sahur tidak harus mewah; yang terpenting adalah menyiapkan tubuh dengan baik sekaligus menjaga niat ibadah agar puasa dapat dijalani dengan kuat hingga waktu berbuka.

KEYWORD :

Info Keislaman Lauk Sahur Nabi Muhammad SAW Riwayat Islam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :