Presiden AS Donald Trump mengacungkan jempol saat menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington, AS, 29 September 2025. REUTERS
Washingtong, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Rabu (11/2).
Netanyahu diperkirakan akan mendesak Trump agar pembicaraan AS dengan Iran tidak hanya membahas program nuklir, tetapi juga mencakup pembatasan rudal balistik Tehran serta ancaman keamanan lain yang dinilai membahayakan Israel.
Dalam pertemuan ketujuhnya dengan Trump sejak sang presiden kembali menjabat sekitar 13 bulan lalu, Netanyahu berupaya memengaruhi putaran lanjutan diskusi AS-Iran setelah negosiasi nuklir yang berlangsung di Oman pada 6 Februari, di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan. Tehran merespons dengan janji balasan, sehingga memicu kekhawatiran perang regional yang lebih luas.
Trump kembali menegaskan ancamannya dalam sejumlah wawancara media pada Selasa (10/2), dengan mengatakan Iran sebenarnya ingin membuat kesepakatan, tetapi ia memastikan bakal mengambil langkah sangat keras jika negara itu menolak.
Israel khawatir Washington hanya mengejar kesepakatan nuklir tanpa memasukkan pembatasan rudal balistik Iran, maupun penghentian dukungan terhadap kelompok proksi bersenjata seperti Hamas dan Hezbollah, menurut sejumlah sumber yang dikutip The Straits Times.
Sebelumnya, Netanyahu mengatakan dia akan menyampaikan prinsip-prinsip Israel terkait negosiasi kepada Trump. Kedua pemimpin juga diperkirakan membahas kemungkinan opsi militer jika diplomasi AS-Iran gagal.
Setibanya di Washington, Netanyahu telah bertemu dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Trump yang memimpin tim AS dalam pembicaraan Iran, menurut unggahan Duta Besar Israel untuk AS Michael Leiter di platform X.
Selain Iran, pembicaraan juga akan mencakup Gaza, dengan Trump mendorong kelanjutan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dia bantu wujudkan.
Namun, implementasi rencana 20 poin untuk mengakhiri perang dan membangun kembali wilayah Palestina itu masih terhambat karena perbedaan besar, termasuk soal pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel secara bertahap.
Gedung Putih menyatakan terus bekerja sama dengan Israel untuk menjalankan kesepakatan damai Gaza sekaligus memperkuat keamanan kawasan.
Kunjungan Netanyahu yang semula dijadwalkan pada 18 Februari dimajukan karena keterlibatan kembali AS dalam isu Iran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa pembicaraan harus mencakup rudal Iran, dukungan terhadap kelompok proksi, serta perlakuan Iran terhadap rakyatnya sendiri.
Iran menolak pembatasan rudal dan menyebut diskusi di Oman hanya terbatas pada isu nuklir. Trump belum memberikan kepastian soal perluasan agenda negosiasi, tetapi ia mengatakan kesepakatan harus mencakup program nuklir Iran dan mungkin juga persenjataannya.
Iran menyatakan aktivitas nuklirnya bertujuan damai, sementara AS dan Israel menuduh Tehran pernah berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Meski Trump dan Netanyahu umumnya sejalan, pertemuan ini berpotensi memunculkan ketegangan karena rencana Gaza Trump membuka peluang menuju negara Palestina, sesuatu yang lama ditolak Netanyahu dan koalisi sayap kanannya.
Netanyahu juga baru-baru ini memberi lampu hijau langkah yang mempermudah pemukim Israel membeli tanah di Tepi Barat, keputusan yang menuai kecaman internasional. Trump menentang aneksasi wilayah, dengan mengatakan AS sudah memiliki banyak hal lain yang perlu dipikirkan saat ini.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Netanyahu Trump Iran Negosiasi Nuklir Iran Ketegangan Timur Tengah























