Umat Muslim sedang berusaha memegang Ka`bah saat tawaf di Masjidil Haram (Foto: Unsplash/Haidan)
Jakarta, Jurnas.com - Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, selalu tampak diselimuti kain hitam berhias kaligrafi emas. Kain tersebut dikenal sebagai kiswah.
Bagi sebagian orang, mungkin muncul satu pertanyaan, mengapa bangunan suci itu harus selalu ditutup kain?
Nah, ternyata kiswah bukan sekadar penutup bangunan. Dia menjadi bagian dari penghormatan terhadap Baitullah sekaligus simbol spiritual umat Islam yang telah berlangsung sejak masa awal sejarah Ka’bah.
Menghimpun dari berbagai sumber, inilah alasan Ka`bah selalu ditutupi kiswah, simak ulasannya berikut:
1. Simbol Penghormatan terhadap Baitullah
Fungsi utama kiswah adalah sebagai bentuk pemuliaan terhadap Ka’bah. Dalam ajaran Islam, Ka’bah bukan objek ibadah, tetapi rumah ibadah pertama yang dijadikan arah salat (kiblat) umat Muslim di seluruh dunia.
Penutupan dengan kiswah menegaskan kedudukannya sebagai tempat suci. Karena itu, kain yang digunakan bukan kain biasa, melainkan sutra berkualitas tinggi dengan sulaman ayat Al-Qur’an dari benang emas dan perak.
2. Menjaga Kesakralan dan Adab Jamaah
Kiswah juga memiliki fungsi sosial-keagamaan. Kehadirannya menciptakan kesan wibawa dan sakral sehingga jamaah memperlakukan Ka’bah dengan penuh adab.
Simbol visual ini penting karena jutaan orang dari berbagai latar budaya datang setiap tahun. Dengan adanya kiswah, Ka’bah tidak dipandang sekadar bangunan batu, tetapi pusat ibadah yang harus dihormati.
3. Tradisi yang Berlangsung Sejak Lama
Penutupan Ka’bah sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelum Islam. Tradisi itu kemudian dipertahankan dan dimurnikan maknanya dalam Islam sebagai bentuk penghormatan kepada Allah, bukan kepada bangunannya.
Sejak masa Nabi Muhammad hingga era modern, para penguasa Muslim selalu memasang kiswah sebagai bagian dari pelayanan terhadap Masjidil Haram. Karena itu, kiswah menjadi tradisi keagamaan yang terus berlanjut sampai sekarang.
4. Melindungi Struktur Bangunan Ka’bah
Selain simbolik, kiswah juga memiliki fungsi praktis. Iklim Makkah yang sangat panas, berdebu, dan berangin dapat memengaruhi kondisi dinding Ka’bah.
Kain tersebut membantu mengurangi paparan panas langsung, melindungi batu dari debu dan pasir, serta menutupi bagian bangunan yang diperbaiki. Dengan kata lain, kiswah turut menjaga kondisi fisik Ka’bah.
5. Identitas dan Pemersatu Umat Islam
Kiswah juga berfungsi sebagai identitas visual kiblat umat Islam. Setiap Muslim, di manapun berada, menghadap satu arah yang sama saat salat.
Keberadaan kiswah menjadikan Ka’bah mudah dikenali dan memperkuat simbol persatuan umat. Karena itu, pemasangan kiswah selalu dipertahankan setiap tahun dan diganti secara berkala menjelang puncak ibadah haji.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kiswah Kabah Fungsi Kain Kabah Masjidil Haram


























