Rabu, 11/02/2026 16:13 WIB

Kamboja Tutup 190 Pusat Penipuan Online dalam Operasi Besar





Pemerintah Kamboja mengumumkan telah menutup hampir 200 pusat penipuan dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari operasi besar

Gedung yang dijadikan pusat penipuan di Kamboja (Foto: Reuters)

Kampot, Jurnas.com - Pemerintah Kamboja mengumumkan telah menutup hampir 200 pusat penipuan dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari operasi besar memberantas fraud lintas negara, sekaligus membuka akses langka bagi media untuk melihat langsung salah satu lokasi tersebut.

Wakil kepala Sekretariat Komisi Pemberantasan Scam Online Kamboja, Chhay Sinarith, mengatakan ada sekitar 190 lokasi yang kini sudah disegel. Dia menyampaikan hal itu kepada Reuters di Phnom Penh pekan ini, sebelum kunjungan ke sebuah kompleks besar di Provinsi Kampot dekat perbatasan Vietnam.

Chhay menjelaskan bahwa 173 tokoh kriminal senior yang terkait dengan pusat-pusat scam tersebut telah ditangkap, sementara sekitar 11.000 pekerja telah dideportasi dalam kampanye yang dimulai akhir 2025.

Operasi ini semakin menguat setelah Amerika Serikat mendakwa dan kemudian China mengekstradisi seorang tersangka raja scam kelahiran China, yang menjadi langkah internasional terkeras sejauh ini terhadap jaringan kriminal tersebut.

Sejak saat itu, ribuan pekerja scam, termasuk korban perdagangan manusia yang dikurung dalam kondisi brutal, dilaporkan melarikan diri dari kompleks-kompleks penipuan untuk mencari jalan pulang.

Dikutip dari The Straits Times pada Rabu (11/2), Amnesty International menyebut situasi ini sebagai sebuah krisis kemanusiaan.

Di kompleks Kampot, para jurnalis diperlihatkan ruangan kerja besar berisi deretan komputer serta meja yang dipenuhi dokumen instruksi untuk menipu korban di Thailand.

Selain itu, terdapat bilik studio untuk panggilan telepon dan bahkan replika kantor polisi India palsu yang digunakan dalam operasi penipuan.

Kedutaan Besar India di Phnom Penh belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait temuan tersebut.

Pihak berwenang menyebut tidak ada penangkapan yang dilakukan di dalam kompleks kasino Kampot yang dikenal sebagai My Casino. Para pekerja sudah melarikan diri setelah penahanan bos yang diduga mengendalikan operasi tersebut, taipan Ly Kuong.

Polisi mengatakan mereka tidak memiliki cukup personel untuk menahan para pekerja yang meninggalkan lokasi. Kontak perwakilan Ly Kuong, yang kini berada dalam tahanan, juga belum tersedia.

Kepala polisi Provinsi Kampot Mao Chanmothurith menyebut keterbatasan aparat menjadi kendala besar. Dia mengatakan hanya ada sekitar 1.000 polisi dan 300 polisi militer di seluruh provinsi tersebut.

Dia menambahkan bahwa bahkan jika kedua kekuatan digabungkan, mereka tetap tidak mampu menghentikan ribuan pekerja yang pergi, karena jumlahnya diperkirakan mencapai 6.000 hingga 7.000 orang saat meninggalkan lokasi itu.

Kunjungan media ini dilakukan sepekan setelah pejabat Thailand membawa delegasi asing melihat kompleks scam lain di wilayah Kamboja yang sempat dibom dan diduduki pasukan Thailand dalam konflik perbatasan pada Desember.

Selama bertahun-tahun, Kamboja dinilai meremehkan keberadaan pusat scam di negaranya, dan operasi penindakan sebelumnya dianggap gagal menghentikan penyebarannya.

Namun, pejabat kini menyatakan kampanye terbaru lebih luas cakupannya, dengan fokus menutup lokasi-lokasi utama serta menangkap figur senior jaringan kriminal tersebut.

KEYWORD :

pusat scam Kamboja penipuan online Asia operasi anti fraud




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :