Babun, primata yang memiliki rasa cemburu (Foto: AFP)
Paris, Jurnas.com - Persaingan antar saudara kandung ternyata tidak hanya terjadi pada manusia. Para ilmuwan menemukan bahwa anak babun muda juga bersaing memperebutkan perhatian induknya, menurut studi yang dirilis pada Rabu (11/2).
Situasi ini mirip dengan pengalaman banyak orang tua, ketika seorang anak mendapat momen khusus bersama ibu, lalu saudara yang lebih kecil tiba-tiba muncul untuk ikut mencari perhatian.
Axelle Delaunay, ahli biologi evolusi dari University of Turku di Finlandia sekaligus penulis utama penelitian, mengatakan kecemburuan merupakan emosi yang sangat mencolok pada manusia.
Namun, emosi ini jarang diteliti pada primata lain karena kecemburuan dianggap sangat rumit untuk diukur, sebagaimana dikutip dari The Straits Times.
Dia menjelaskan bahwa primata betina biasanya hanya melahirkan satu bayi dalam satu waktu, sehingga selama ini dianggap tidak ada persaingan nyata antar saudara kandung karena usia mereka berbeda dan kebutuhan terhadap sumber daya ibu tidak selalu bersamaan.
Dalam penelitian tersebut, tim ilmuwan mengamati dua kelompok babun chacma liar di Tsaobis Nature Park, Namibia bagian tengah, selama periode Agustus hingga Desember 2021. Di dalam kelompok itu terdapat 16 keluarga dengan total 49 anak babun bersaudara.
Babun hidup dalam masyarakat yang dipimpin betina, dengan posisi kekuasaan diwariskan dari induk ke anak perempuan, sementara pejantan biasanya meninggalkan kelompok setelah pubertas.
Seperti manusia, bayi babun memiliki masa perkembangan panjang dan membangun ikatan kuat dengan induknya. Para induk sering merawat anaknya lewat aktivitas grooming, bahkan kadang menunjukkan perlakuan berbeda atau pilih kasih.
Para peneliti menghabiskan waktu mengamati induk babun yang sedang beristirahat atau merawat anaknya, lalu mencatat ketika saudara lain mengganggu dengan cara menggigit, menampar, menangis, atau meminta perhatian lebih lembut.
Hasilnya menunjukkan pola yang sangat mencerminkan kecemburuan saudara kandung pada manusia, sebagaimana tertulis dalam studi yang dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences.
Anak babun lebih sering menyela induknya ketika induk sedang grooming salah satu saudara mereka dibanding saat induk hanya beristirahat.
Para ilmuwan juga menyusun indeks untuk mengukur sejauh mana induk babun menunjukkan favoritisme, yakni lebih sering merawat anak tertentu dibanding yang lain.
Meski begitu, Delaunay menekankan bahwa kecemburuan ini tampaknya tidak memberikan manfaat langsung yang besar.
Induk babun hanya menghentikan grooming karena gangguan saudara yang cemburu sekitar seperlima dari waktu, dan hanya sembilan persen kasus induk kemudian beralih merawat anak yang mengganggu.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
kecemburuan babun rivalitas saudara primata penelitian perilaku babun























