Rabu, 11/02/2026 15:39 WIB

Puluhan Warga Singapura Tertipu SMS Palsu di Malaysia, Rugi Rp318 Juta





Sedikitnya 10 kasus penipuan dilaporkan menimpa warga Singapura yang bepergian ke Malaysia, dengan total kerugian mencapai setidaknya S$24.000 atau Rp318 juta.

Jalan tol perbatasan Malaysia-Singapura (Foto: The Straits Times)

Singapura, Jurnas.com - Sedikitnya 10 kasus penipuan dilaporkan menimpa warga Singapura yang bepergian ke Malaysia, dengan total kerugian mencapai setidaknya S$24.000 atau Rp318 juta.

Pihak kepolisian pada Selasa (10/2) kemarin menyebut para korban menerima pesan singkat yang seolah-olah dikirim oleh Land Transport Authority (LTA).

Modusnya, korban mendapat SMS dengan identitas pengirim LTA yang meminta pelunasan tunggakan tarif tol. Setelah mengklik tautan pembayaran, korban diarahkan ke situs phishing yang meminta rincian perbankan untuk memproses transaksi.

Radio DJ Gao Yixin mengungkap dalam unggahan Facebook pada 9 Februari bahwa dia hampir menjadi korban. Korban mengklik tautan dalam pesan yang mengklaim berasal dari LTA dan diminta membayar sekitar 3,50 dolar Singapura, tetapi kemudian kartu kreditnya justru dibebankan tagihan sebesar 23.000 dolar Singapura.

Dikutip dari The Straits Times pada Rabu (11/2), Gao mengatakan dia segera menghentikan transaksi dan membatalkan kartu, sehingga terhindar dari kerugian besar.

Polisi menekankan bahwa identitas pengirim LTA sebenarnya sudah dinonaktifkan sejak Juli 2024 dan tidak lagi digunakan, sehingga pesan apa pun dari ID tersebut dipastikan palsu.

Meski begitu, LTA menjelaskan bahwa penipu masih dapat memalsukan ID pengirim dari luar negeri walaupun sudah pensiun. Beberapa ponsel juga dapat mengelompokkan pesan scam dengan pesan asli lama dari LTA yang menggunakan ID tersebut.

Pengguna ponsel diimbau untuk tidak mengklik tautan atau lampiran dalam SMS mencurigakan serta tidak membagikan informasi pribadi kepada pengirim yang tidak jelas. LTA menambahkan bahwa pesan resmi saat ini hanya dikirim melalui ID gov.sg dan tidak akan memuat tautan pembayaran.

Informasi pembayaran resmi atau denda lalu lintas dapat dicek melalui situs One Motoring, kata polisi.

Dalam sejumlah grup Facebook yang membahas perjalanan lintas batas Singapura-Malaysia, beberapa pengguna mengaku menerima SMS palsu ini ketika berada di dekat pos pemeriksaan Johor Bahru, termasuk di JB City Square dan R&F Mall.

Varian penipuan ini merupakan kemunculan kembali metode yang pernah muncul tahun lalu, ketika LTA sudah memperingatkan publik agar waspada terhadap SMS pembayaran palsu terkait biaya jalan. Bahkan, beberapa pengemudi melaporkan pesan serupa sudah beredar sejak 2022.

KEYWORD :

scam SMS LTA wisatawan Singapura Malaysia phishing tol palsu sms palsu




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :