Rabu, 11/02/2026 05:49 WIB

Iran Ragukan Amerika Serikat Jadi Penengah Perdamaian Gaza





Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menilai Amerika Serikat tidak pantas memimpin inisiatif perdamaian di Jalur Gaza.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Foto: WANA via REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menilai Amerika Serikat tidak pantas memimpin inisiatif perdamaian di Jalur Gaza melalui Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) karena dianggap memiliki keberpihakan terhadap Israel.

"Kami menilai upaya tersebut tidak akan berhasil, karena rezim Zionis Israel merupakan pihak yang melakukan pendudukan wilayah. Rezim tersebut didukung secara terbuka oleh Amerika Serikat," katanya kepada wartawan pada acara Resepsi Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta pada Selasa (10/2) dikutip dari Antara.

Boroujerdi berpendapat, setiap proses perdamaian di Gaza maupun wilayah pendudukan lain semestinya digagas oleh negara yang tidak berpihak atau lembaga internasional yang benar-benar independen.

"Mereka sudah memiliki pihak tertentu, dan jika mereka memiliki pihak tertentu, mereka tidak berhak untuk berbicara tentang mediasi atau proses perdamaian atau dewan atau hal semacam itu," katanya merujuk pada AS.

"Kami percaya jika ada perdamaian yang akan terjadi di Gaza atau wilayah yang diduduki, itu harus berasal dari negara-negara netral atau organisasi internasional netral," tambahnya.

Ia juga meragukan peluang tercapainya perdamaian karena menurutnya Israel tidak menunjukkan komitmen terhadap gencatan senjata, perjanjian damai, maupun penerapan solusi dua negara.

Boroujerdi mencontohkan bahwa meski telah ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon, Suriah, dan Gaza, serangan tetap terjadi hampir setiap hari.

Menurut dia, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Israel tidak memegang komitmen atas kesepakatan yang dibuat.

"Dengan rekam jejak tersebut, sulit untuk mempercayai bahwa rezim pendudukan ini akan menerima solusi dua negara, gencatan senjata, atau perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan," katanya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 22 Januari memperkenalkan Board of Peace dalam forum World Economic Forum di Davos, Swiss. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, menyatakan bergabung dalam forum tersebut.

Gedung Putih juga berencana menggelar konferensi tingkat tinggi para pemimpin Board of Peace pada 19 Februari 2026 untuk mendorong fase kedua gencatan senjata di Gaza sekaligus menggalang dana rekonstruksi wilayah Palestina yang terdampak perang.

KEYWORD :

Amerika Serikat Donald Trump Jalur Gaza Negara Iran Dewan Perdamaian Gaza




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :