Ilustrasi teman berhutang (foto:narasi today)
Jakarta, Jurnas.com – Paling nyebelin punya teman yang hobinya unik, yaitu berhutang tapi lupa bayar. Ada saja alasan dia yang bikin kamu sulit menolak. Bagaimana kalau keberatan meminjamkannya? Dia akan memojokkan dan menganggapmu si biang tega.
Dia selalu muncul saat butuh, lalu menghilang begitu urusannya selesai. Kamu pun kelimpungan sendiri, kok dia nggak memberi kabar sesuai dengan tanggal kesepakatan pembayaran.
Begitu diingatkan, waaah… menggunakan seribu jurus mengelak dan membuatmu menjadi si pelaku yang kejam. Kenapa? Sebab dia akan membuat posisi dirinya sebagai si lemah tak berdaya, jadi kalau paksa bayar artinya kamu tuh orang terjahat sedunia. Ngeselin kan?
Situasi teman berhutang bukan cuma mengganggu keuangan, tapi juga bisa membuat hubungan pertemanan jadi renggang. Sayangnya, karena rasa sungkan dan tidak mau menyakiti hati, banyak orang memilih diam hingga akhirnya tersiksa sendiri.
Menjaga pertemanan bukan berarti harus selalu mengorbankan keuangan dan kenyamanan pribadi. Kamu tetap bisa bersikap baik tanpa harus terus-menerus jadi "ATM berjalan".
Jadi, jaga relasi, tapi jangan abaikan logika. Karena teman yang sungguh menghargai kamu, tidak akan menyulitkanmu.
Berurusan dengan teman yang hobi berutang memang penuh dilema. Tapi tenang, kamu bisa menghindarinya dengan cara yang elegan, tanpa kemarahan dan drama.
Berikut beberapa tips jitu untuk menjaga jarak dan menghadapi tipe teman seperti itu:
Jangan Terlalu Terbuka Soal Keuangan Pribadi
Salah satu pemicu teman suka hutang adalah karena mereka tahu kamu “mampu”. Maka, mulai sekarang, jaga privasi soal gaji, bonus, atau penghasilan sampingan. Semakin sedikit mereka tahu, semakin kecil peluang mereka untuk “menodong”.
Ucapkan "Tidak" dengan Tegas tapi Sopan
Kamu berhak menolak tanpa merasa bersalah. Katakan saja dengan santai, “Maaf ya, aku lagi ada keperluan penting, belum bisa bantu dulu.” Atau, “Aku sekarang lagi belajar atur keuangan, jadi gak bisa pinjamkan dulu.” Nada tenang, tapi tegas.
Gunakan Alasan Finansial yang Masuk Akal
Misalnya, kamu sedang menabung untuk dana darurat, cicilan, atau rencana penting lainnya. Dengan memberi alasan yang logis dan personal, temanmu cenderung akan memahami, dan enggan memaksa lebih jauh.
Buat Batasan Sejak Awal
Kalau kamu memang pernah memberi pinjaman tapi belum dikembalikan, jangan ragu untuk mengingatkan. Katakan bahwa kamu hanya bisa membantu sekali itu saja. Setelahnya, kamu bisa menjadikan pengalaman itu sebagai pembelajaran dan dasar untuk menolak dengan tenang.
Alihkan Topik Saat Mulai Mengarah ke Permintaan Pinjaman
Saat kamu sudah “mencium” arah pembicaraan yang menuju permintaan hutang, alihkan percakapan ke topik lain. Misalnya, tanya kabar keluarga, pekerjaan, atau bahas hal-hal ringan. Ini cara halus menghindar tanpa menyinggung langsung.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
ATM Berjalan Teman Berhutang Teman Suka Hutang



























