Sengketa kepemilikan Laut China Selatan (Foto: SindoNews)
Manila, Jurnas.com - Duta Besar Filipina untuk Amerika Serikat, Jose Manuel Romualdez menekankan perlunya meredakan ketegangan dengan China, setelah kedua pihak memberi sinyal kesediaan untuk mengesampingkan ketegangan di Laut China Selatan (LCS) dan menjajaki peluang kerja sama ekonomi.
Menurut dia, hubungan Manila dengan Beijing seharusnya tidak hanya ditentukan oleh sengketa maritim, meskipun Filipina tetap akan menyoroti tindakan yang dianggap melanggar hukum.
"Kami terus menjalankan percakapan bilateral dengan mereka. Kami akan melanjutkannya dan melihat bagaimana kita bisa bekerja sama, terutama di bidang ekonomi," kata Romualdez dikutip dari Straits Times pada Selasa (10/2).
Jika Amerika Tutup LCS, China Siap "Perang"
Dia menambahkan bahwa Filipina ingin mencari peluang kolaborasi, dan ada tanda-tanda bahwa China juga siap membuka kesempatan kerja sama sembari memisahkan persoalan sengketa di Laut Filipina Barat, istilah yang digunakan Manila untuk menyebut perairan dalam zona ekonomi eksklusifnya.
Filipina dan China terlibat dalam serangkaian konfrontasi maritim dalam beberapa tahun terakhir. Filipina menuduh China melakukan tindakan agresif di dalam ZEE-nya, termasuk manuver berbahaya, penyemprotan meriam air, serta gangguan terhadap misi pasokan logistik.
China sebaliknya menuduh Filipina memasuki wilayah yang diklaimnya sebagai bagian dari teritorial China.
Dalam beberapa pekan terakhir, pertukaran pernyataan antara Kedutaan Besar China dan pejabat Filipina semakin tajam, sehingga Manila kembali menegaskan bahwa perbedaan antarnegara sebaiknya diselesaikan melalui diplomasi, bukan retorika publik.
Dengan Filipina akan menjadi ketua ASEAN pada 2026, Romualdez menilai penurunan ketegangan penting untuk memastikan keterlibatan penuh China dalam upaya menyelesaikan Code of Conduct di Laut China Selatan yang telah lama tertunda.
"Kami adalah ketua ASEAN dan saya ingin partisipasi China menjadi signifikan, terutama dalam Code of Conduct. Siapa tahu, kita akhirnya bisa menuntaskannya setelah lebih dari 20 tahun," ujar dia.
Manila juga menegaskan akan mendorong agar Code of Conduct secara eksplisit merujuk pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), seiring upaya menyelesaikan dokumen tersebut dalam tahun ini.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Filipina China kerja sama sengketa Laut China Selatan Code of Conduct ASEAN


























