Selasa, 10/02/2026 00:58 WIB

Alasan Andromeda Mendekati Bima Sakti Akhirnya Terungkap





Alam semesta lokal tempat Bima Sakti berada ternyata memiliki struktur yang jauh lebih “rata” dari perkiraan sebelumnya

Gambaran Galaksi Andromeda mendekati Bima Sakti (Foto: via Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Selama puluhan tahun, para astronom dibuat bingung oleh satu keanehan kosmik: hampir semua galaksi besar di sekitar Bima Sakti bergerak menjauh mengikuti ekspansi alam semesta, tetapi satu galaksi justru melaju mendekat dengan cepat, namanya Galaksi Andromeda. Kini, penelitian terbaru mengungkap penyebabnya, dan jawabannya melibatkan struktur raksasa tak kasatmata, lewat lembaran datar materi gelap.

Menurut studi yang dipublikasikan pada 27 Januari di jurnal Nature Astronomy, alam semesta lokal tempat Bima Sakti berada ternyata memiliki struktur yang jauh lebih “rata” dari perkiraan sebelumnya. Struktur ini berupa lembaran luas materi gelap yang terletak sedikit di luar wilayah Bima Sakti dan Andromeda, dan gravitasinya cukup kuat untuk memengaruhi pergerakan galaksi-galaksi di sekitarnya.

Materi gelap sendiri merupakan komponen misterius alam semesta yang tidak memancarkan cahaya, tetapi memiliki gaya gravitasi kuat yang mampu “menambatkan” materi tampak seperti bintang dan galaksi. Dalam kasus ini, tarikan gravitasi dari lembaran materi gelap tersebut lebih dominan dibandingkan tarikan gravitasi Bima Sakti terhadap galaksi-galaksi tetangganya.

Akibatnya, sebagian besar galaksi besar di sekitar kita justru terdorong menjauh ke ruang angkasa dalam, mengikuti aliran kosmik yang dikenal sebagai Hubble flow. Satu-satunya pengecualian adalah Andromeda.

Andromeda, yang berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari Bima Sakti, saat ini melaju mendekat dengan kecepatan sekitar 110 kilometer per detik. Kecepatan ini bertolak belakang dengan hukum Hubble, yang menyatakan bahwa galaksi seharusnya bergerak menjauh dengan kecepatan yang sebanding dengan jaraknya.

Fenomena aneh ini telah menjadi teka-teki selama lebih dari setengah abad. Pada 1959, astronom Franz Kahn dan Lodewijk Woltjer menemukan bahwa Bima Sakti dan Andromeda memiliki massa jauh lebih besar daripada yang bisa dijelaskan oleh jumlah bintangnya saja. Temuan tersebut menjadi salah satu bukti awal keberadaan materi gelap.

Kini diketahui bahwa kedua galaksi tersebut diselimuti halo materi gelap yang sangat masif. Halo inilah yang memperkuat tarikan gravitasi di antara keduanya, membuat Andromeda dan Bima Sakti saling mendekat dan berpotensi bertabrakan di masa depan.

Namun, tarikan ini tidak cukup kuat untuk memengaruhi galaksi di luar Grup Lokal. “Materi di luar Grup Lokal justru bergerak menjauh dari Bima Sakti lebih cepat daripada yang diprediksi oleh hukum Hubble,” ujar Simon White, salah satu penulis studi dan Direktur Emeritus Max Planck Institute for Astrophysics, Jerman.

Penelitian juga menunjukkan bahwa galaksi-galaksi yang berjarak kurang dari sekitar 8 juta tahun cahaya bergerak lebih lambat dari prediksi Hubble, sementara galaksi yang lebih jauh justru menjauh lebih cepat. Pola ini konsisten dengan keberadaan lembaran datar materi gelap yang membentuk dinamika lingkungan kosmik lokal kita.

Penulis utama studi, Ewoud Wempe dari University of Groningen, Belanda, menyebut temuan ini sebagai terobosan penting. “Kami mengeksplorasi berbagai konfigurasi awal alam semesta yang dapat membentuk Grup Lokal. Model ini cocok dengan kosmologi modern sekaligus menjelaskan dinamika lingkungan kosmik terdekat kita,” ujarnya.

Menariknya, para peneliti juga menemukan indikasi bahwa galaksi-galaksi di wilayah kosmik yang lebih jauh sedang “jatuh” menuju lembaran materi gelap tersebut dengan kecepatan ratusan kilometer per jam. Jika struktur tambahan yang bergerak menuju lembaran ini berhasil diamati, temuan tersebut dapat semakin menguatkan teori baru ini.

Dengan kata lain, meskipun alam semesta terus mengembang dan galaksi-galaksi menjauh satu sama lain, nasib Bima Sakti tampaknya sudah “ditakdirkan” untuk berhadapan dengan satu tetangga setianya, Andromeda. (*)

Sumber: Live Science

KEYWORD :

Galaksi Andromeda Bima Sakti Hubble flow Materi Gelap Alam Semesta




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :