Konser perayaan 37 tahun perjalanan musik KLa Project bertajuk LUX NOVA. (Foto: Jurnas/Ist).
Jakarta, Jurnas.com- Perayaan 37 tahun KLa Project di Balai Sarbini, Sabtu 7 Februari 2026, tidak diposisikan sebagai pesta nostalgia yang menoleh ke belakang dengan gegap gempita. Konser bertajuk Lux Nova ini justru hadir sebagai pernyataan sikap: bahwa perjalanan panjang sebuah band tidak selalu harus dirayakan dengan kebisingan, melainkan dengan kesadaran akan waktu, ingatan, dan perubahan. Seperti makna yang disampaikan Adi Adrian, Lux Nova menjadi simbol titik awal—terbitnya cahaya baru setelah malam yang panjang, penanda fase transformasi yang dijalani KLa Project hari ini.
KLa Project membuka konser dengan lagu “Tinggal Sehari”, salah satu karya emosional dari album Klasik yang dirilis pada 1999. Sentuhan musik yang syahdu langsung membawa penonton masuk ke lorong kenangan.
Suasana semakin menghangat saat lagu “Datanglah Pesona” dan “Menjemput Impian” berturut-turut dilantunkan. Ribuan penonton tampak larut, ikut bersenandung hampir tanpa jeda. Setelah menyapa para penggemar, trio legendaris yang digawangi Katon Bagaskara (vokal/gitar), Romulo Radjadin alias Lilo (gitar), dan Adi Adrian (kibor) kembali memanaskan panggung.
Deretan lagu romantis seperti “Sayap Rindu”, “Bunga Tidur”, “Gerimis”, hingga “Satu Kayuh Berdua” sukses membuat suasana semakin intim sekaligus penuh emosi. Menariknya, Katon mengungkapkan bahwa konser kali ini tidak sekadar menghadirkan lagu populer. Dari total 23 lagu yang dibawakan, beberapa di antaranya merupakan lagu yang sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah mereka tampilkan secara langsung di atas panggung.
“Kami sajikan lagu lagu yang jarang kami bawakan, khusus untuk teman teman yang istimewa,” ujar Katon.
Setiap lagu yang dibawakan terasa seperti perjalanan panjang yang merangkum sejarah KLa Project bersama para penggemarnya. Interaksi hangat di sela-sela penampilan semakin menegaskan kedekatan emosional antara musisi dan penonton yang telah tumbuh bersama selama puluhan tahun.
Kejutan diberikan KLa kepada KLanis (sebutan penggemar KLa) jelang pengujung konser. Selesai menghentak lewat "Lagu Baru", sesosok wanita bergaun warna merah naik ke panggung menemani Katon bernyanyi "Tentang Kita". Dia adalah Sisca.
Penonton pun bersorak hingga berjingkrak mengikuti irama lagu karya Katon yang terdapat dalam album perdana KLa yang dirilis pada tahun 1989. Memasuki pengujung konser, suasana mencapai puncaknya saat KLa Project membawakan dua lagu yang kerap disebut sebagai “lagu kebangsaan” para penggemarnya, yakni “Tak Bisa ke Lain Hati” dan “Yogyakarta”.
Energi nostalgia dan kebahagiaan tampak jelas terpancar setelah menyaksikan perjalanan musikal KLa Project selama 37 tahun dirayakan dengan penuh kehangatan. Di akhir konser, Katon, Lilo, dan Adi mengungkapkan harapan agar KLa Project dapat terus menggelar konser serupa secara rutin di tahun-tahun mendatang, sebagai bentuk apresiasi kepada para penggemar yang setia menemani perjalanan panjang mereka di industri musik Indonesia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
37 Tahun Berkarya Kla Project Lux Nova Katon Bagaskara


























