Senin, 09/02/2026 20:38 WIB

Dimulai Tahun Ini, Pelatihan Bahasa Inggris Targetkan 130 Ribu Guru SD





Sebanyak 130.000 guru sekolah dasar (SD) akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris secara bertahap hingga pertengahan 2027

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Sebanyak 130.000 guru sekolah dasar (SD) akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris secara bertahap hingga pertengahan 2027, sebelum bahasa Inggris diterapkan sebagai mata pelajaran wajib di jenjang SD mulai tahun ajaran 2027/2028.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) Nunuk Suryani usai pembukaan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 di Depok, Jawa Barat pada Senin (9/2).

"Mulai semester ini (pelatihan). Kalau dimulai penerapannya pertengahan 2027, semester satu tahun ajaran baru," ujar Nunuk.

"Kita ada 130.000 guru satuan pendidikan yang belum berlatar belakang bahasa Inggris, itu diberi peningkatan kompetensi agar dapat mengajar Bahasa Inggris," dia menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti mengatakan mulai 2027 mapel bahasa Inggris akan diwajibkan sejak kelas tiga.

Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru, di samping berbagai pelatihan lainnya termasuk coding, bimbingan konseling, dan pembelajaran mendalam.

Karena itu, dalam Konsolnas 2026 ini dia mengajak keterlibatan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan untuk menyukseskan seluruh program terkait kebijakan kementerian.

"Terutama yang berkaitan dengan pelatihan guru. Kemudian juga program-program untuk penguatan pendidikan karakter melalui budaya sekolah aman dan nyaman. Kemudian penguatan nasionalisme melalui upacara dan kegiatan kepanduan. Kemudian juga penguatan bakat dan minat," ujar Menteri Mu`ti.

Sebelumnya, Mendikdasmen menyebut penanaman kemampuan Bahasa Inggris sejak dini bertujuan membentuk generasi lulusan yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat global.

Selain itu, kebijakan merupakan ikhtiar untuk menumbuhkan kemampuan komunikasi global sejak dini, sekaligus memperluas kesempatan anak Indonesia beradaptasi dan berkompetisi di dunia yang semakin terhubung.

KEYWORD :

Mapel bahasa Inggris Mata Pelajaran Wajib SD Menteri Abdul Mu`ti Nunuk Suryani




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :