Senin, 09/02/2026 10:31 WIB

Sanae Takaichi Raih Kemenangan Pemilu Terbesar Jepang Pascaperang





Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meraih kemenangan pemilu bersejarah yang menempatkannya sebagai pemimpin terkuat Jepang di era pascaperang.

Sanae Takaichi kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Jepang (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meraih kemenangan pemilu bersejarah yang menempatkannya sebagai pemimpin terkuat Jepang di era pascaperang. Hasil ini memperkuat posisinya, meski juga berpotensi memicu volatilitas pasar akibat spekulasi terkait rencana belanja fiskal pemerintah.

Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpinnya mencatat kemenangan terbesar bagi partai tunggal dalam pemilu pascaperang Jepang. Ini menjadi perubahan luar biasa bagi partai yang sempat terpuruk musim panas lalu sebelum mendukung perdana menteri perempuan pertama Jepang pada Oktober.

LDP berhasil mengamankan super mayoritas dua pertiga di majelis rendah beranggotakan 465 kursi, menurut penyiar publik NHK.

Perhitungan hasil oleh NHK pada awal 9 Februari menunjukkan koalisi berkuasa memenangkan 352 kursi di majelis rendah, jauh melampaui mayoritas tipis sebelumnya yang hanya 233 kursi.

Perolehan 316 kursi oleh LDP membuat partai itu memiliki proporsi perwakilan tertinggi di majelis rendah dibanding partai mana pun dalam sejarah Jepang pascaperang.

Takaichi mempertaruhkan jabatannya dalam pemilu dadakan ini hanya beberapa bulan setelah menjabat, dengan mengatakan ia akan mundur jika koalisinya gagal meraih mayoritas.

Taruhan tersebut tampaknya terbayar besar, hanya tujuh bulan setelah LDP kehilangan kendali atas kedua kamar parlemen.

Hasil ini memberi Takaichi mandat untuk melanjutkan rencana belanja besar yang membuat investor waspada, serta mengambil sikap lebih tegas di panggung internasional, termasuk ketegangan dengan China terkait dukungan Jepang terhadap Taiwan.

Nilai yen sempat melemah sebelum memangkas kerugian dan diperdagangkan di sekitar 157,25 per dolar pada pukul 07.30 pagi di Tokyo. Pasar obligasi diperkirakan dibuka lebih rendah, sementara saham diprediksi menguat kebijakan karena perdagangan Takaichi kembali mendapat dorongan.

Super mayoritas di majelis rendah akan memudahkan koalisinya meloloskan undang-undang serta membuka kembali isu sensitif amandemen konstitusi, yang memicu perdebatan antara kelompok nasionalis dan pendukung pasifisme Jepang.

"Mereka kalah dalam tiga pemilu besar berturut-turut ketika ia mengambil alih dan dia memutus tren kekalahan itu," kata David Boling, mantan pejabat perdagangan AS yang kini bekerja di Asia Group, dikutip dari Bloomberg pada Senin (9/2).

"Dia merebut kembali momentum dan sekarang dia benar-benar memegang masa depan partai," dia menambahkan.

Investor sebenarnya sudah bersiap menghadapi kemenangan telak LDP, dengan membeli saham Jepang serta menjual yen dan obligasi pemerintah, karena memperkirakan Takaichi akan meningkatkan belanja dan investasi untuk menopang ekonomi, sambil mungkin memperlambat kenaikan suku bunga Bank of Japan.

Para ekonom dan pelaku pasar juga terus mencermati komentar Takaichi soal rencana pengeluaran, kemungkinan pemotongan pajak konsumsi untuk makanan, serta pandangannya terhadap yen.

Akhir pekan lalu, dia mengeluarkan pernyataan yang tampak menyambut manfaat yen lemah, yang memicu pelemahan lanjutan mata uang tersebut.

"Ambiguitas seperti itu tidak terlalu membantu bagi yen dan bisa saja kita menguji level 159 hingga 160 dalam beberapa hari ke depan," ujar Chris Scicluna, kepala riset ekonomi di Daiwa Capital Markets Europe.

Terkait kebijakan, salah satu isu utama pemilu adalah krisis biaya hidup yang dirasakan keluarga Jepang di tengah inflasi konsisten pertama dalam satu generasi.

Baik LDP maupun oposisi utama Centrist Reform Alliance (CRA) mendukung penurunan pajak konsumsi makanan menjadi nol untuk membantu rumah tangga. Namun LDP mengusulkan langkah sementara, sedangkan CRA menginginkan kebijakan permanen.

Dalam sebuah program televisi, Takaichi mengatakan dia ingin melangkah dengan asumsi bahwa publik mendukung penangguhan pajak konsumsi makanan selama dua tahun tanpa menerbitkan obligasi pemerintah baru, sesuai manifesto partainya.

Namun dia menambahkan, perbedaan pendapat antarpartai berarti diskusi lanjutan masih diperlukan.

KEYWORD :

hasil pemilu Jepang Sanae Takaichi PM Takaichi menang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :