Senin, 09/02/2026 09:43 WIB

Sidang Vonis Taipan Media Hong Kong Jimmy Lai Digelar Hari Ini





Taipan media Hong Kong Jimmy Lai dijadwalkan menerima vonis pada Senin (9/2) ini dalam kasus keamanan nasional

Taipan media Jimmy Lai, pendiri Apple Daily, terlihat meninggalkan Pengadilan Banding Akhir dengan mobil tahanan, di Hong Kong, Tiongkok, 1 Februari 2021. REUTERS

Hong Kong, Jurnas.com - Taipan media Hong Kong Jimmy Lai dijadwalkan menerima vonis pada Senin (9/2) ini dalam kasus keamanan nasional, di tengah meningkatnya seruan untuk membebaskan pengkritik lama Partai Komunis China itu yang kini dalam kondisi kesehatan rapuh.

Vonis ini dijatuhkan setelah proses hukum panjang hampir lima tahun terhadap Lai, pendiri surat kabar Apple Daily yang kini sudah ditutup, setelah ia dinyatakan bersalah atas dua dakwaan konspirasi berkolusi dengan kekuatan asing pada 15 Desember, serta satu dakwaan menerbitkan materi hasutan. Dia pertama kali ditangkap pada Agustus 2020.

Nasib Lai menuai kritik dari para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang menyoroti tindakan keras keamanan nasional selama bertahun-tahun di pusat keuangan Asia yang dikuasai China tersebut, menyusul protes pro-demokrasi massal pada 2019.

Lai yang berusia 78 tahun, kini menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup, membantah semua tuduhan dan mengatakan di pengadilan bahwa dirinya adalah tahanan politik yang mengalami penganiayaan dari Beijing.

Puluhan pendukung Lai mengantre selama beberapa hari untuk mendapatkan tempat di ruang sidang, dengan banyak polisi, anjing pelacak, serta kendaraan kepolisian termasuk truk lapis baja dan mobil penjinak bom dikerahkan di sekitar lokasi.

"Saya merasa bahwa Tuan Lai adalah hati nurani Hong Kong," kata seorang pria bernama Sum, 64 pada 5 Februari lalu, dikutip dari The Straits Times pada Senin (9/2).

"Ia berbicara untuk rakyat Hong Kong, bahkan untuk banyak kasus ketidakadilan di China daratan dan untuk perkembangan demokrasi. Jadi saya merasa menghabiskan beberapa hari kebebasan saya tidur di sini lebih baik daripada melihat dia dikurung di dalam," dia menambahkan.

Starmer mengangkat kasus Lai yang berkewarganegaraan Inggris secara rinci dalam pertemuan empat mata dengan Xi Jinping pada Januari di Aula Besar Rakyat Beijing. Penasihat keamanan nasional Inggris Jonathan Powell dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga hadir.

Trump juga disebut mengangkat kasus Lai kepada Xi dalam pertemuan pada Oktober 2025. Sejumlah diplomat Barat mengatakan kepada Reuters bahwa negosiasi pembebasan Lai kemungkinan baru akan dimulai serius setelah vonis dijatuhkan, tergantung apakah Lai mengajukan banding.

Pedoman hukuman dalam Undang-Undang Keamanan Nasional menyebut Lai, yang dianggap sebagai dalang konspirasi untuk berhubungan dengan aktivis asing, politisi, dan pihak lain guna meminta sanksi internasional terhadap Hong Kong dan China, dapat dikenai hukuman paling berat antara 10 tahun hingga penjara seumur hidup untuk pelanggaran yang dianggap sangat serius.

Selain Lai, enam mantan staf senior Apple Daily, seorang aktivis, dan seorang paralegal juga akan dijatuhi hukuman.

KEYWORD :

Jimmy Lai Hong Kong kasus keamanan nasional Hong Kong Apple Daily Jimmy Lai




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :