Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat KTT para pemimpin G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019. Foto: Reuters
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia akan menjamu pemimpin China Xi Jinping di Gedung Putih pada akhir 2026, ketika dua ekonomi terbesar dunia berupaya memperbaiki hubungan yang terguncang akibat perang dagang.
Trump menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan NBC News yang direkam pada 4 Februari, bertepatan dengan percakapannya bersama Xi yang membahas isu luas mulai dari perdagangan, Taiwan, perang Rusia di Ukraina, hingga situasi di Iran.
Trump juga diperkirakan akan melakukan kunjungan ke China pada April, sebelum Xi datang ke Amerika Serikat.
"Dia akan datang ke Gedung Putih, ya menjelang akhir tahun," kata Trump dalam wawancara tersebut, dikutip dari The Straits Times pada Senin (9/2).
"Ini adalah dua negara paling kuat di dunia dan kami memiliki hubungan yang sangat baik," dia menambahkan.
Sejak Trump kembali ke Gedung Putih setahun lalu, dia gencar menerapkan tarif baru, termasuk pungutan khusus sektor pada baja, otomotif, dan barang lain, serta kebijakan yang lebih luas untuk mencapai berbagai tujuan.
Gedung Putih sempat bersitegang dengan Beijing dalam isu perdagangan, namun akhirnya mencapai gencatan luas setelah eskalasi besar pada musim semi tahun lalu.
Meski AS berupaya mengurangi ketergantungan pada manufaktur China, kedua negara tetap terhubung erat dalam hubungan ekonomi.
Xi, yang terakhir kali mengunjungi AS pada 2023, pada 4 Februari memperingatkan Trump agar bertindak dengan hati-hati terkait penjualan senjata ke Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, namun diklaim China sebagai bagian wilayahnya.
Pemimpin China itu juga menyampaikan harapan agar persoalan bilateral, termasuk perdagangan, dapat diselesaikan secara damai antara Beijing dan Washington.
"Dengan menangani masalah satu per satu dan terus membangun kepercayaan bersama, kita dapat menemukan cara yang tepat bagi kedua negara untuk hidup berdampingan," kata Xi kala itu.
Pada 6 Februari, AS mendorong pembicaraan tiga pihak dengan Rusia dan China untuk menetapkan batas baru senjata nuklir, namun Beijing sejauh ini menolak bergabung dalam negosiasi perlucutan senjata pada tahap ini.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Xi Jinping kunjungan AS Donald Trump hubungan dagang AS China






















