Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi (Foto: Reuters)
Dubai, Jurnas.com - Pengakuan atas hak Iran untuk memperkaya uranium menjadi kunci agar perundingan nuklir dengan Amerika Serikat dapat berhasil. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi pada Minggu (8/2) kemarin.
Diplomat Amerika dan Iran menggelar pembicaraan tidak langsung di Oman pada Sabtu lalu, yang bertujuan menghidupkan kembali diplomasi di tengah pengerahan angkatan laut AS di dekat Iran, serta janji Teheran memberi respons keras jika diserang.
"Pengayaan nol tidak pernah bisa kami terima. Karena itu, kami perlu fokus pada diskusi yang menerima pengayaan di dalam Iran sambil membangun kepercayaan bahwa pengayaan tersebut adalah dan akan tetap untuk tujuan damai," kata Araqchi, dikutip dari The Straits Times pada Senin (9/2).
Iran dan Amerika Serikat mengadakan lima putaran pembicaraan nuklir tahun lalu, tetapi terhenti terutama karena perbedaan pandangan soal pengayaan uranium di dalam Iran. Pada Juni, AS menyerang fasilitas nuklir Iran di akhir kampanye pengeboman Israel selama 12 hari.
Sejak itu, Teheran mengatakan telah menghentikan aktivitas pengayaan, yang dipandang AS sebagai kemungkinan jalur menuju bom nuklir. Iran menegaskan program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.
"Penegasan Iran soal pengayaan bukan semata-mata persoalan teknis atau ekonomi. Hal itu berakar pada keinginan untuk meraih kemerdekaan dan martabat," ujar Araqchi.
"Tidak ada seorangpun yang berhak memberi tahu bangsa Iran apa yang boleh atau tidak boleh mereka miliki," dia menambahkan.
Menteri Araqchi menambahkan bahwa program rudal Iran, yang ingin dimasukkan AS dalam negosiasi, tidak pernah menjadi bagian dari agenda.
Menurut Araqchi, waktu dan lokasi putaran pembicaraan berikutnya akan ditentukan melalui konsultasi dengan Oman dan mungkin tidak akan berlangsung di Muscat.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
pengayaan uranium Iran negosiasi nuklir Iran AS pembicaraan nuklir Oman





















