Senin, 09/02/2026 13:20 WIB

Tips Kelola Keuangan dengan Gaji 2 Juta Perbulan agar Tidak Boros





Mengatur keuangan dengan penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan sering terasa sulit, terutama bagi pekerja pemula dengan kebutuhan harian yang cukup banyak.

Ilustrasi - seorang pria sedang bekerja (Foto: Unplash)

Jakarta, Jurnas.com - Mengatur keuangan dengan penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan sering terasa sulit, terutama bagi pekerja pemula atau karyawan dengan kebutuhan harian cukup banyak.

Biaya makan, transportasi, pulsa, hingga kebutuhan tempat tinggal kerap membuat gaji cepat habis sebelum akhir bulan. Kondisi ini sering memunculkan anggapan bahwa penghasilan kecil mustahil bisa ditabung.

Padahal, masalah keuangan tidak selalu ditentukan besar kecilnya gaji, melainkan cara mengelolanya. Banyak orang berpenghasilan terbatas tetap mampu bertahan bahkan memiliki simpanan karena disiplin mengatur pengeluaran.

Sebaliknya, tanpa perencanaan, penghasilan berapa pun berpotensi habis untuk kebutuhan konsumtif.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat pembagian anggaran sederhana. Dari penghasilan Rp2 juta, sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan tempat tinggal, sementara sebagian kecil disisihkan untuk tabungan serta kebutuhan pribadi. Penyesuaian persentase penting agar rencana keuangan tetap realistis dan tidak membebani.

Kebiasaan mencatat seluruh pengeluaran juga sangat membantu. Banyak kebocoran uang berasal dari pengeluaran kecil yang tidak terasa, seperti camilan, kopi, atau belanja online impulsif. Dengan mencatat setiap transaksi, seseorang dapat mengetahui pola pengeluaran dan mulai mengurangi hal yang tidak penting.

Selain itu, penting membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan mencakup makan, listrik, dan transportasi, sedangkan keinginan biasanya berkaitan dengan gaya hidup seperti nongkrong berlebihan atau membeli barang yang sebenarnya tidak mendesak. Menunda keinginan bukan berarti pelit, melainkan cara menjaga keuangan tetap stabil.

Pembagian uang secara mingguan juga efektif mencegah pemborosan. Dengan memisahkan uang menjadi empat bagian untuk setiap minggu, pengeluaran menjadi lebih terkontrol dan risiko kehabisan uang di pertengahan bulan dapat dikurangi. Cara ini sering disebut metode amplop karena setiap jatah memiliki batas yang jelas.

Pengeluaran makan dapat ditekan dengan membawa bekal beberapa kali dalam seminggu. Kebiasaan sederhana ini mampu menghemat cukup besar dalam satu bulan. Selain lebih hemat, kesehatan juga lebih terjaga karena makanan lebih terkontrol.

Yang tidak kalah penting adalah menabung di awal, bukan menunggu sisa uang. Begitu gaji diterima, sebagian kecil langsung dipindahkan ke tabungan meskipun nominalnya kecil. Konsistensi menabung jauh lebih berpengaruh daripada jumlah besar yang tidak rutin.

Di sisi lain, penggunaan layanan cicilan digital atau paylater sebaiknya dihindari. Meski cicilan terlihat ringan, kewajiban pembayaran tetap mengurangi anggaran kebutuhan pokok. Bagi penghasilan Rp2 juta, satu cicilan saja bisa mengganggu kestabilan keuangan bulanan.

Terakhir, mulai membangun dana darurat secara bertahap. Target awal tidak perlu besar, cukup ratusan ribu rupiah terlebih dahulu. Dana ini akan sangat membantu ketika terjadi kebutuhan mendadak seperti sakit atau kendaraan rusak sehingga tidak perlu berutang.

Kesimpulannya, gaji Rp2 juta tetap bisa mencukupi kebutuhan apabila dikelola dengan disiplin. Kunci utamanya adalah mengatur prioritas, menghindari pengeluaran impulsif, serta menabung secara konsisten. Dengan kebiasaan finansial yang sehat, kondisi keuangan akan lebih aman bahkan sebelum penghasilan meningkat.

KEYWORD :

Kelola Gaji Tips agar tidak boros gaji 2 juta




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :