Ini cara yang diajarkan dalam Islam untuk menjaga rumah tangga agar tetap baik (Foto: Ilustrasi AI)
Jakarta, Jurnas.com - Tidak sedikit persoalan keluarga justru berawal dari hal kecil, bukan masalah besar. Ketika hati mulai jauh dari nilai keimanan, hubungan suami-istri mudah dipenuhi emosi, kecurigaan, dan sikap saling menyalahkan.
Padahal Islam menempatkan iman sebagai pondasi utama keluarga. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keluarga bukan hanya soal nafkah, tetapi juga membangun ketakwaan di dalam rumah tangga.
Selain iman, rasa syukur memegang peranan besar dalam kebahagiaan keluarga. Ketika pasangan lebih sering melihat kekurangan daripada nikmat yang dimiliki, rumah tangga terasa berat meski kebutuhan terpenuhi. Allah SWT berfirman:
Bolehkah Merayakan Valentine dalam Ajaran Islam?
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
Kurangnya syukur sering membuat seseorang membandingkan kehidupannya dengan orang lain, sehingga memicu keluhan, kecewa, bahkan pertengkaran.
Sikap sabar juga menjadi kunci dalam menghadapi perbedaan karakter. Tidak ada pasangan yang sempurna, dan tanpa kesabaran, kekurangan kecil bisa berubah menjadi konflik besar. Allah SWT berfirman:
وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46)
Sabar bukan berarti membiarkan masalah, melainkan mengendalikan lisan dan tindakan agar tidak melukai pasangan ketika emosi muncul.
Islam juga mengingatkan agar tidak terbiasa membandingkan kehidupan dengan orang lain. Kebiasaan ini melahirkan iri hati dan ketidakpuasan terhadap pasangan sendiri. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang Allah karuniakan kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32)
Ketika perbandingan menjadi kebiasaan, rasa cukup hilang dan kedamaian keluarga perlahan memudar.
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa kebahagiaan rumah tangga bukan ditentukan oleh kemewahan, melainkan kualitas iman dan akhlak pasangan. Beliau bersabda:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa kebaikan akhlak dan ketakwaan jauh lebih berharga daripada ukuran materi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Konflik Rumah Tangga Masalah Kecil Ajaran Islam






















