Minggu, 08/02/2026 14:06 WIB

Apa Itu World Marriage Day? Ini Asal Usul dan Tujuan Diperingatinya





Setiap tahun pada Minggu kedua Februari, masyarakat di berbagai negara memperingati World Marriage Day atau Hari Pernikahan Sedunia.

Ilustrasi - ini asal usul peringatan Hari Pernikahan Sedunia (foto: vixendaily)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tahun pada Minggu kedua Februari, masyarakat di berbagai negara memperingati World Marriage Day atau Hari Pernikahan Sedunia.

Peringatan ini pertama kali dipopulerkan oleh organisasi keluarga internasional untuk menekankan pentingnya pernikahan sebagai fondasi stabilitas sosial, bukan sekadar hubungan personal antara dua individu.

Momentum ini biasanya dirayakan melalui doa bersama, pembaruan janji pernikahan, hingga kegiatan edukasi keluarga. Di banyak negara, komunitas keagamaan, konselor keluarga, dan lembaga sosial memanfaatkan hari tersebut untuk mengajak pasangan memperkuat komitmen, komunikasi, serta tanggung jawab dalam rumah tangga.

Secara sosiologis, keluarga merupakan unit sosial paling kecil yang memiliki dampak paling besar. Banyak penelitian keluarga menunjukkan bahwa kualitas hubungan suami-istri berpengaruh langsung terhadap kesehatan mental, perkembangan anak, hingga stabilitas ekonomi rumah tangga. Karena itu, peringatan ini tidak hanya berbicara tentang romantisme, melainkan tentang ketahanan sosial jangka panjang.

Di era digital, tantangan pernikahan semakin kompleks. Perubahan pola kerja, tekanan ekonomi, penggunaan media sosial, hingga waktu kebersamaan yang semakin terbatas kerap menjadi pemicu konflik rumah tangga. Konselor keluarga menilai komunikasi terbuka dan pengelolaan emosi menjadi faktor penting untuk menjaga hubungan tetap sehat.

World Marriage Day juga menekankan bahwa pernikahan adalah proses, bukan peristiwa satu hari. Upacara pernikahan hanyalah awal, sementara keberhasilan rumah tangga ditentukan oleh konsistensi sikap saling menghargai, kepercayaan, dan kemampuan menyelesaikan konflik secara dewasa.

Karena itu, peringatan ini sering dijadikan pengingat bahwa membangun keluarga bukan hanya soal kebahagiaan pribadi, tetapi juga kontribusi terhadap masyarakat. Keluarga yang harmonis berperan dalam membentuk generasi yang stabil secara emosional, memiliki empati sosial, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Dengan makna tersebut, World Marriage Day menjadi momentum refleksi tahunan bagi pasangan untuk kembali meninjau komitmen, memperbaiki komunikasi, dan memperkuat hubungan, sehingga pernikahan tidak sekadar bertahan, tetapi berkembang secara sehat sepanjang waktu.

KEYWORD :

World Marriage Day Minggu Kedua bulan Februari Hari Pernikahan Sedunia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :