Minggu, 08/02/2026 06:01 WIB

Jelang Ramadan, Begini Cara Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini





Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk melatih anak berpuasa.

Ilustrasi berpuasa (Foto: daily burn)

Jakarta, Jurnas.com - Puasa Ramadan bukan hanya ibadah bagi orang dewasa, tetapi juga menjadi momen pembelajaran bagi anak-anak.

Melatih anak berpuasa sejak kecil membantu mereka memahami makna menahan diri, kesabaran, serta kedisiplinan. Namun, proses ini perlu dilakukan secara bertahap agar anak tidak merasa tertekan.

Setiap anak memiliki kesiapan yang berbeda. Karena itu, orang tua dianjurkan memperkenalkan puasa dengan pendekatan yang lembut dan menyenangkan.

Tujuan utamanya bukan langsung berpuasa penuh, melainkan menumbuhkan kebiasaan dan pemahaman secara perlahan.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk melatih anak berpuasa:

1. Mulai dari Penjelasan yang Sederhana

Kenalkan makna puasa dengan bahasa yang mudah dipahami. Jelaskan bahwa puasa adalah latihan menahan lapar, haus, dan emosi, sekaligus bentuk ketaatan kepada Allah. Hindari penjelasan yang terlalu berat agar anak lebih mudah menerima.

2. Latih Secara Bertahap

Anak tidak harus langsung berpuasa seharian. Orang tua bisa memulai dengan puasa setengah hari, misalnya hingga waktu zuhur atau asar. Setelah terbiasa, durasi dapat ditambah secara perlahan.

3. Biasakan Sahur Bersama

Mengajak anak sahur membantu mereka merasa dilibatkan dalam ibadah Ramadan. Selain itu, sahur membuat anak memiliki energi lebih sehingga tidak mudah lemas di siang hari.

4. Beri Aktivitas Positif

Alihkan perhatian anak dari rasa lapar dengan kegiatan ringan seperti membaca buku cerita, menggambar, belajar doa, atau membantu pekerjaan rumah. Aktivitas positif membuat waktu terasa lebih cepat.

5. Berikan Apresiasi

Berikan pujian atau hadiah sederhana ketika anak berhasil menjalani puasa sesuai kemampuannya. Apresiasi membantu membangun motivasi tanpa membuat anak merasa terbebani.

6. Hindari Paksaan

Memaksa anak berpuasa penuh saat belum siap dapat menimbulkan penolakan. Jika anak merasa terlalu lelah atau sakit, beri kelonggaran. Yang penting adalah pengalaman positif, bukan sekadar durasi puasa.

7. Jadikan Momen Menyenangkan

Suasana Ramadan yang hangat, seperti berbuka bersama, menyiapkan takjil, atau pergi ke masjid, akan membuat anak mengingat puasa sebagai pengalaman menyenangkan.

Melatih anak berpuasa merupakan proses pendidikan, bukan perlombaan. Dengan pendekatan yang sabar dan konsisten, anak akan terbiasa menjalankan puasa dan memahami nilainya ketika usia dan kesiapan mereka semakin matang.

KEYWORD :

anak puasa latihan puasa puasa ramadan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :