Sabtu, 07/02/2026 23:18 WIB

Harga Emas Melonjak, Pegadaian Malaysia Sering Kehabisan Uang





Harga emas yang mencetak rekor tertinggi telah meningkatkan sistem pinjaman berbasis emas di Malaysia.

Emas batangan (Foto: Fortune India)

Kuala Lumpur, Jurnas.com - Gelang emas menjadi bagian dari keluarga Aminah Sharif selama puluhan tahun. Ini merupakan hadiah dari sang nenek sekaligus investasinya untuk masa-masa sulit.

Kini, Aminah bertekad menggadaikan emas tersebut. Ibu dua anak itu membutuhkan sekitar RM2.000 untuk memperbaiki satu-satunya mobil antar-jemput sekolah dan perjalanan suaminya ke kantor. Dia juga harus membeli kebutuhan pokok menjelang Ramadan serta pakaian tradisional Aidilfitri untuk kedua anaknya.

Karena itu, pada akhir Januari, Aminah membawa gelang tersebut dari satu pegadaian ke pegadaian lain di kota Arau, Perlis utara, berharap bisa memperoleh uang tunai dengan menggadaikannya. Namun, hasilnya nihil.

"Saya menelepon tiga outlet lain dan memberi tahu bahwa saya punya gelang emas dan ingin menggadaikannya, tetapi mereka juga menolak saya, katanya mereka tidak punya dana," ujar Aminah dikutip dari The Straits Times.

Hal yang dialami Aminah semakin sering terjadi di seluruh Malaysia. Harga emas yang mencetak rekor tertinggi telah meningkatkan sistem pinjaman berbasis emas di negara itu, sehingga beberapa pemberi pinjaman kekurangan modal.

Akibatnya, mereka terpaksa menolak pelanggan yang datang langsung, tepat ketika keluarga sedang bersiap menghadapi Tahun Baru Imlek dan Ramadan, dua periode belanja puncak di Asia Tenggara.

Bagi banyak warga Malaysia, menggadaikan emas bukan strategi investasi spekulatif, melainkan cara rutin mengatur arus kas untuk keadaan darurat dan kebutuhan rumah tangga seperti perbaikan mobil, biaya medis, dan uang sekolah. Sistem ini selama lama menjadi bantalan finansial bagi keluarga kelas pekerja.

Namun, lonjakan tajam nilai emas telah mengganggu jaring pengaman tersebut, menciptakan krisis likuiditas di pegadaian pada waktu yang paling tidak tepat.

Di Selangor, seorang staf administrasi sekolah bernama Zakaria Ahmad (39) kesulitan mencari dana untuk prosedur medis. Dia membawa barang emas seberat 10 gram ke dua outlet pegadaian dengan harapan mendapat pinjaman maksimal, tetapi justru diminta menunggu.

"Mereka bilang akan menelepon saya kalau sudah punya cukup dana," ujar Zakaria. Sudah tiga hari sejak itu ia juga masih belum mendapat kepastian.

KEYWORD :

harga emas Malaysia pegadaian kekurangan dana Ramadan Tahun Baru Imlek




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :