Sabtu, 07/02/2026 23:00 WIB

Iran Ancam Serang Pangkalan AS di Timur Tengah jika Diserang





Iran menyatakan akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, jika diserang oleh pasukan AS yang kini memperkuat kehadiran di kawasan

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menghadiri konferensi pers di Moskow, Rusia, 18 April 2025. Foto via REUTERS

Jakarta, Jurnas.com - Iran menyatakan akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, jika diserang oleh pasukan AS yang kini memperkuat kehadirannya di kawasan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Sabtu (7/2).

Araqchi menekankan serangan balasan itu tidak boleh dianggap sebagai serangan terhadap negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan AS tersebut.

Pernyataan ini muncul dalam wawancara dengan Al Jazeera Qatar, sehari setelah Teheran dan Washington sepakat melanjutkan pembicaraan nuklir tidak langsung usai pertemuan yang disebut positif pada 6 Februari di Oman.

Araqchi mengatakan belum ada tanggal untuk putaran negosiasi berikutnya, meski Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan bisa digelar awal pekan depan.

"Kami dan Washington percaya pembicaraan itu harus segera dilaksanakan," kata Araqchi.

Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran setelah pengerahan besar angkatan laut AS di kawasan, serta menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium yang dapat menjadi jalur menuju bom nuklir.

Trump juga meminta Teheran menghentikan pengembangan rudal balistik dan dukungan terhadap kelompok bersenjata di wilayah tersebut, sementara Iran selama ini membantah berniat mempersenjatai program nuklirnya.

Meski kedua pihak menunjukkan kesiapan menghidupkan kembali diplomasi atas sengketa nuklir yang telah berlangsung lama, Araqchi menolak perluasan agenda pembicaraan.

"Setiap dialog mengharuskan penghentian ancaman dan tekanan. (Teheran) hanya membahas isu nuklirnya. Kami tidak membahas isu lain apapun dengan AS," ujar dia.

Pada Juni 2025, AS membombardir fasilitas nuklir Iran pada tahap akhir kampanye pengeboman Israel selama 12 hari, dan Iran kemudian menyatakan telah menghentikan aktivitas pengayaan uranium.

Respons Iran saat itu mencakup serangan rudal ke pangkalan AS di Qatar, negara yang memiliki hubungan baik dengan Teheran maupun Washington. Jika serangan AS kembali terjadi, Araqchi mengatakan konsekuensinya bisa serupa.

"Tidak mungkin menyerang wilayah Amerika, tetapi kami akan menargetkan pangkalan mereka di Kawasan. Kami tidak akan menyerang negara-negara tetangga; kami akan menargetkan pangkalan AS yang ditempatkan di sana. Ada perbedaan besar antara keduanya," kata dia.

KEYWORD :

ancaman Iran AS pangkalan militer Timur Tengah negosiasi nuklir Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :