Peserta pelatihan kepemimpinan guru perempuan Universitas Paramadina dengan Konrad Adenauer tiftung (KAS) dan Dinas Kebudayaan Kota Malang, Jawa Timur. Foto: dok. jurnas
JAKARTA, Jurnas.com - Paramadina Institute for Education Reform (PIER), Universitas Paramadina, bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dan Dinas Kebudayaan Kota Malang, Jawa Timur, menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan untuk Guru Perempuan se-Kota Malang.
Acara yang berlangsung dari tanggal 2-5 Februari 2026 dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, S.E., M.M., di Ijen Suite Hotel, Kota Malang.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 guru SMP perempuan dari berbagai sekolah negeri dan swasta di Kota Malang.
Sering Kentut Tapi Tidak Berbau, Apakah Normal?
“Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan guru perempuan dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks,” kata Suwarjana melalui keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Pelatihan bagi guru perempuan adalah bentuk investasi jangka panjang. Ketika guru perempuan memiliki kepercayaan diri, kapasitas berpikir kritis, serta kemampuan memimpin yang kuat, maka dampaknya akan terasa langsung dalam iklim sekolah, kualitas pembelajaran, dan lahirnya generasi yang lebih berdaya.
“Karenanya, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PIER Universitas Paramadina dan Konrad-Adenauer-Stiftung tas inisiatif dan kontribusinya," ujarnya.
Djayadi Hanan, Ph.D., Direktur Eksekutif PIER Universitas Paramadina, menyampaikan tiga hal mengapa program pelatihan ini digagas. Pertama, guru perempuan agar memiliki kemampuan dan kesempatan yang setara dengan guru laki-laki untuk menjadi pemimpin dalam dunia pendidikan suatu hari nanti.
Kedua, proses belajar-mengajar membutuhkan kecakapan kepemimpinan. Ketiga, mereka menghadapi para siswa yang bakal menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.
Hadir sebagai instruktur dari PIER Universitas Paramadina: Dr. Tatok Djoko Sudiarto, MIB (Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban), Djayadi Hanan, Ph.D. (Direktur eksekutif PIER), Dr. Mohammad Abduh Zen, M.Hum. (Advisor PIER), Hilal Tri Anwar (Sekretaris), dan Umar Abdullah, Ph.D. (Bidang pendidikan PIER).
Instruktur lainnya adalah Danang Binuko, S.E., M.AP. dari Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri dan Dr. Titi Anggraini, S.H., M.H. dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).
“Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan guru-guru perempuan yang tidak hanya unggul dalam pengajaran, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk berkontribusi lebih luas dalam pengembangan pendidikan di Kota Malang,” tutup Hanan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pelatihan Guru Perempuan Universitas Paramadina Djayadi Hanan











