Ilustrasi - Kitab Suci Al-Qur`an dan Tasbih (Foto: Pexels/Abdulmeilk Aldawsari)
Jakarta, Jurnas.com - Al-Qur`an bukan hanya dibaca untuk meraih pahala ibadah, tetapi diturunkan sebagai pedoman hidup yang mengajak manusia berpikir, merenung, dan memperbaiki arah langkahnya.
Setiap surat memuat pesan ilahiah yang menata hati, membentuk akhlak, serta menuntun manusia agar tidak tersesat dalam tujuan hidupnya. Allah SWT menegaskan fungsi utama Al-Qur`an sebagai kitab perenungan dan pelajaran bagi orang berakal:
﴿كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ﴾
“(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mendapat pelajaran.” (QS. Shad: 29)
Bolehkah Merayakan Valentine dalam Ajaran Islam?
Surat Al-Fatihah menjadi fondasi perenungan hidup seorang Muslim. Di dalamnya tertanam ajaran ketauhidan yang menegaskan bahwa seluruh bentuk ibadah dan permohonan hanya layak ditujukan kepada Allah semata.
Ayat ini mengajarkan ketergantungan total manusia kepada Sang Pencipta dalam seluruh urusan dunia dan akhirat:
﴿إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ﴾
“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5)
Sementara itu, Surat Al-Baqarah mengajak manusia merenungi hakikat iman melalui ujian kehidupan. Allah menjelaskan bahwa cobaan adalah bagian dari perjalanan orang beriman, bukan tanda kebencian-Nya. Sikap sabar dan kembali kepada Allah menjadi kunci menghadapi setiap ujian:
5 Amalan yang Dapat Mendatangkan Rezeki
﴿وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ﴾
“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.’” (QS. Al-Baqarah: 155–156)
Dalam Surat Ali ‘Imran, Allah SWT mengingatkan manusia agar tidak terbuai oleh kenikmatan dunia yang bersifat sementara. Kehidupan dunia hanyalah sarana, bukan tujuan akhir. Ayat ini mengarahkan manusia agar menjadikan akhirat sebagai orientasi utama hidupnya:
﴿وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ﴾
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali ‘Imran: 185)
Perenungan yang sangat ringkas namun mendalam terdapat dalam Surat Al-‘Asr. Allah menegaskan bahwa waktu adalah modal utama manusia, dan kerugian akan menimpa siapa pun yang tidak mengisinya dengan iman, amal saleh, serta nasihat dalam kebenaran dan kesabaran:
﴿وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ﴾
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1–3)
Bagi jiwa yang sedang diliputi kesedihan dan rasa putus asa, Surat Adh-Dhuha hadir sebagai penguat hati. Allah menegaskan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, bahkan di saat paling gelap sekalipun:
﴿مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى﴾
“Tuhanmu tidak meninggalkan engkau dan tidak pula membencimu.” (QS. Adh-Dhuha: 3)
Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan pedoman hidup yang harus dipelajari dan diajarkan:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Kitab Al-Qur`an Pelajaran Hidup

















