Sabtu, 07/02/2026 11:14 WIB

7 Kesalahan yang Sering Terjadi saat Masuk Dunia Kerja dan Cara Menghindari





Berikut ini tujuh kesalahan paling sering terjadi saat masuk dunia kerja yang perlu diwaspadai, sekaligus cara menghindarinya.

Ilustrasi - orang yang sedang bekerja (Foto: betterup)

Jakarta, Jurnas.com - Memasuki dunia kerja merupakan momen besar bagi siapa pun, terutama bagi para lulusan baru atau karyawan yang baru pindah lingkungan profesi.

Periode awal ini tidak hanya soal melakukan tugas, tetapi juga beradaptasi dengan budaya kerja, harapan tim, dan tanggung jawab profesional. Tanpa pemahaman yang tepat, kesalahan kecil saja bisa berdampak besar pada performa, hubungan kerja, bahkan karier jangka panjang.

Banyak kesalahan yang kerap dilakukan pada fase awal kerja sebenarnya bersifat umum dan bisa diantisipasi. Misalnya, asumsi tentang peran yang ternyata berbeda dari ekspektasi, atau kurangnya komunikasi yang membuat tanggung jawab tidak tersampaikan dengan jelas.

Kesalahan-kesalahan seperti ini bukan hanya soal kesiapan individu, tetapi juga berkaitan dengan proses onboarding dan dukungan perusahaan secara struktur.

Menghindari blunder sejak awal dapat membantu karyawan baru membangun reputasi yang kuat, mempercepat penyesuaian, dan memberi kesan profesional kepada atasan serta rekan kerja.

Berikut ini tujuh kesalahan paling sering terjadi saat masuk dunia kerja yang perlu diwaspadai, sekaligus cara menghindarinya:

1. Menganggap Posisi Yang Dipegang Lebih Mudah Dari Sebenarnya

Kesalahan paling umum adalah meremehkan kompleksitas tanggung jawab pekerjaan baru. Meski pengalaman sebelumnya relevan, setiap perusahaan punya cara kerja dan tuntutan yang berbeda. Pemahaman yang kurang mendalam bisa membuat hasil kerja kurang optimal, bahkan memicu stres karier jika tidak cepat diantisipasi.

2. Tidak Bertanya Ketika Tidak Yakin

Banyak karyawan baru memilih diam karena takut terlihat tidak kompeten. Padahal, bertanya adalah salah satu cara terbaik untuk memperjelas ekspektasi tugas dan menghindari kesalahan yang lebih besar. Tidak bertanya justru sering membuat kebingungan berlanjut dan mengurangi performa awal.

3. Ambil Terlalu Banyak Tanggung Jawab Terlalu Cepat

Keinginan untuk cepat menunjukkan kemampuan bisa membuat beberapa orang mengambil terlalu banyak tugas sekaligus. Ini sering justru mengakibatkan pekerjaan terbengkalai atau kualitas menurun. Pelan namun pasti dan memahami ritme kerja biasanya lebih dihargai oleh atasan.

4. Informasi Terlalu Banyak Tanpa Prioritas

Saat awal kerja, seringkali informasi datang sangat cepat, baik dari HR, atasan, maupun rekan kerja lain. Jika semua itu diserap sekaligus tanpa prioritas atau jadwal terstruktur, hal ini justru bisa membuat kamu kewalahan. Meminta penjelasan bertahap atau meminta cek poin mingguan bisa membantu.

5. Integrasi Budaya Perusahaan yang Terabaikan

Budaya organisasi tidak selalu tertulis di buku pedoman kerja, tetapi dipraktikkan setiap hari dalam cara orang berinteraksi, berpakaian, hingga berbicara. Mengabaikan hal ini dapat membuat seseorang tampak tidak selaras dengan lingkungan kerja dan sulit bersosialisasi.

6. Kurangnya Alat dan Akses yang Dibutuhkan

Terkadang perusahaan kurang tanggap dalam menyiapkan teknologi, akses sistem, atau fasilitas dasar untuk karyawan baru. Tidak bisa login ke sistem penting atau tidak tahu alat kerja utama bisa menghambat produktivitas bahkan sebelum benar-benar mulai bekerja.

7. Tidak Meminta Umpan Balik Secara Berkala

Tanpa umpan balik, karyawan baru tidak bisa menilai apakah mereka telah bekerja sesuai harapan. Banyak profesional pemula melewatkan kesempatan ini, padahal umpan balik adalah cara efektif untuk memperbaiki performa secara proaktif.

KEYWORD :

Dunia Kerja Masuk Kerja Pekerjaan Pokok Periode awal




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :