Jum'at, 06/02/2026 21:25 WIB

Kopi vs Soda: Mana yang Lebih Aman untuk Membuka Pagi?





Biasanya kopi jadi pilihan utama, tapi ada juga yang memilih soda karena dianggap lebih praktis dan tetap bisa memberi efek mata melek.

Ilustrasi dua orang sedang berbicara sambil meminum kopi (Foto: Priscilla du Preez/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Bagi sebagian orang, pagi hari terasa hambar jika belum ada asupan kafein. Biasanya kopi jadi pilihan utama, tapi ada juga yang memilih soda karena dianggap lebih praktis dan tetap bisa memberi efek mata melek.

Pertanyaannya, apakah minum soda di pagi hari aman sebagai pengganti kopi?

Secara umum, bagi orang dewasa yang sehat, minum soda di pagi hari sebenarnya tidak berbahaya. Namun, persoalan utamanya bukan sekadar soal aman atau tidak, melainkan soal dampak kesehatan dan nilai gizi yang sangat berbeda dibanding kopi.

Dikutip dari Health pada Jumat (6/2), kopi hitam tanpa tambahan gula hampir tidak mengandung kalori, biasanya kurang dari lima kalori per cangkir 8 ons dan nol gram gula.

Sebaliknya, soda berkafein biasa mengandung sekitar 37 gram gula tambahan dalam satu kaleng 12 ons, setara dengan kurang lebih delapan sendok teh gula. Ini menjadi perbedaan paling mencolok sejak awal.

Memang, soda diet tidak mengandung gula, tetapi tetap tidak menawarkan senyawa alami yang ada pada kopi. Padahal, kopi mengandung antioksidan dan komponen bioaktif yang dikaitkan dengan manfaat metabolik serta kesehatan jantung.

Kalau bicara soal kafein, soda juga sebenarnya kalah jauh dibanding kopi. Satu kaleng cola 12 ons rata-rata hanya mengandung sekitar 30–40 miligram kafein. Sementara secangkir kopi seduh 8 ons bisa mengandung sekitar 90 miligram, bahkan banyak minuman kopi modern porsinya lebih besar dari itu.

Selain kafein, kopi juga memiliki senyawa alami seperti chlorogenic acid, antioksidan yang bersifat anti-inflamasi dan dikaitkan dengan risiko penyakit kronis yang lebih rendah, bahkan berpotensi membantu meredakan nyeri kronis. Soda tidak memiliki manfaat semacam ini.

Masalah lain dari soda adalah kombinasi gula dan kafein yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat. Efeknya mungkin terasa seperti energi instan, tetapi sering diikuti `crash` atau rasa lemas setelahnya, apalagi jika diminum saat perut kosong di pagi hari.

Dari sisi kesehatan jangka panjang, konsumsi soda manis juga konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Sementara kopi hitam tidak menaikkan gula darah, bahkan pada beberapa orang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin.

Sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa yang minum dua cangkir atau lebih kopi hitam per hari memiliki indikator metabolisme glukosa yang lebih baik dan tanda resistensi insulin yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum kopi, terutama pada perempuan.

Namun, perlu dicatat, manfaat kopi bisa berkurang jika ditambah banyak gula. Misalnya, latte vanila 12 ons dengan susu 2 persen bisa mengandung sekitar 35 gram gula, jumlah yang hampir setara dengan soda.

Dalam hal kandungan gizi, kopi memberikan sedikit antioksidan dan senyawa bioaktif yang dapat membantu menekan stres oksidatif dan peradangan. Konsumsi kopi dalam jumlah moderat juga sering dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah serta kesehatan otak yang lebih baik.

Soda, sebaliknya, tidak memiliki nilai nutrisi berarti. Soda diet memang bebas gula, tetapi tetap tidak menawarkan efek perlindungan alami seperti kopi.

Dari sisi kesehatan gigi, keduanya sama-sama bersifat asam, tetapi soda manis cenderung lebih merusak enamel gigi karena kombinasi asam dan gula meningkatkan risiko gigi berlubang. Paparan rutin dapat menyebabkan erosi enamel sehingga gigi lebih rentan mengalami kerusakan.

Efek soda atau kopi juga bisa berbeda pada tiap individu. Orang dengan gangguan regulasi gula darah, seperti prediabetes, diabetes tipe 2, resistensi insulin, atau PCOS, cenderung lebih mudah mengalami fluktuasi gula darah setelah minuman tinggi gula.

Orang yang sensitif terhadap kafein juga bisa merasakan efek berbeda. Faktor genetik memengaruhi seberapa cepat kafein dipecah dalam hati. Pada sebagian orang, kombinasi gula dan kafein dari soda dapat memicu rasa gelisah atau jittery lebih kuat dibanding kopi.

Selain itu, soda yang berkarbonasi dapat memperburuk kembung atau refluks pada sebagian orang, sementara kopi juga bisa mengiritasi lambung bagi yang sensitif.

KEYWORD :

soda vs kopi pagi aman minum soda kafein dan kesehatan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :