Ilustrasi bayi berusia dua bulan (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Ilmuwan terus menggali berbagai rahasia di balik perkembangan otak bayi sejak awal kehidupan. Salah satunya, kemampuan bayi mengelompokkan benda ke dalam kategori tertentu yang ternyata sudah muncul sejak usia dua bulan.
Dikutip dari Earth pada Jumat (6/2), studi baru menemukan bahwa bayi bukan sekadar melihat sesuatu yang bergerak atau warna menarik, tetapi mulai mengenali jenis objek yang berbeda, seperti hewan, benda, atau pemandangan alam.
Kemampuan mengategorikan ini penting karena menjadi dasar utama cara manusia belajar. Orang dewasa menggunakannya setiap saat untuk memahami situasi baru, mengenali pola, dan menavigasi kehidupan sehari-hari.
Fakta bahwa kemampuan ini muncul sangat dini menunjukkan bahwa otak manusia memang diprogram untuk belajar secara terstruktur sejak awal.
Penelitian ini dipimpin oleh para ahli saraf di Trinity College Dublin. Dia bekerja sama dengan rumah sakit di Dublin dan mengamati 130 bayi sehat berusia dua bulan.
Dalam eksperimen, setiap bayi berbaring di atas beanbag lembut, memakai headphone peredam suara, sambil melihat gambar-gambar cerah di depan mereka.
Sesi berlangsung singkat, sekitar 15 hingga 20 menit, cukup untuk menangkap sinyal otak tanpa membuat bayi kelelahan. Dengan menggunakan fMRI, para peneliti memantau aktivitas otak ketika bayi melihat gambar dari 12 kategori sehari-hari, termasuk hewan, benda, dan pemandangan alam.
Hasil pemindaian menunjukkan pola aktivitas yang konsisten sesuai kategori tertentu, bahkan pada usia yang sangat muda. Ini berarti bayi sudah mulai membangun peta mental tentang dunia sejak bulan-bulan pertama.
"Orang tua dan ilmuwan sudah lama bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di dalam pikiran bayi dan apa yang mereka lihat ketika memandang dunia di sekitar mereka. Penelitian ini menyoroti betapa kayanya fungsi otak pada tahun pertama kehidupan," kata Dr. Cliona O’Doherty, penulis utama studi ini.
"Meskipun pada usia dua bulan kemampuan komunikasi bayi masih sangat terbatas karena belum memiliki bahasa dan kontrol motorik halus, pikiran mereka ternyata sudah bukan hanya merepresentasikan bagaimana sesuatu terlihat, tetapi juga memahami termasuk kategori apa objek tersebut," dia menambahkan.
Temuan ini menunjukkan bahwa fondasi kognisi visual sudah terbentuk jauh lebih awal dari yang diperkirakan. Belajar ternyata tidak menunggu bayi bisa bicara. Otak mereka sudah mulai menyusun struktur pemahaman bahkan ketika mereka belum bisa menunjukkannya secara nyata.
Menariknya, tim peneliti juga memadukan data otak ini dengan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Dengan membandingkan cara AI memproses gambar dengan respons otak bayi, mereka bisa memetakan proses informasi visual mengalir dalam otak manusia sejak dini.
Profesor Rhodri Cusack dari Trinity College Institute of Neuroscience menyebut studi ini sebagai penelitian longitudinal terbesar yang menggunakan fMRI pada bayi sadar.
"Bayi belajar jauh lebih cepat daripada model AI saat ini. Dengan mempelajari bagaimana mereka melakukannya, kami berharap dapat menginspirasi generasi baru AI yang lebih efisien, sehingga mengurangi biaya ekonomi dan dampak lingkungan," ujar dia.
Dalam arti tertentu, penelitian ini membalik asumsi umum. Bukan mesin yang mengajari kita tentang kecerdasan, tetapi justru bayi manusia yang bisa memberi petunjuk penting untuk membangun sistem AI yang lebih cerdas.
Para peneliti menekankan bahwa tahun pertama kehidupan adalah masa perubahan otak yang sangat cepat. Koneksi saraf terbentuk dalam kecepatan luar biasa, dan perbedaan kecil di masa ini bisa memengaruhi perkembangan jangka panjang.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
otak bayi dua bulan perkembangan kognitif bayi otak bayi AI kategori objek dini







