Ilustrasi suhu panas (Foto: Doknet)
Jakarta, Jurnas.com - NASA merilis visualisasi suhu udara di Bumi yang terus bergeser ke arah yang lebih panas. Dan yang lebih mengkhawatirkan, suhu ekstrem kini semakin sering terjadi.
Dalam grafik tersebut, NASA menggunakan konsep `anomali suhu`, yaitu ukuran seberapa jauh suhu udara atau air menyimpang dari rata-rata normal. Data ini memperlihatkan perubahan suhu global sejak 1951 hingga 2025 dibandingkan rata-rata periode 1951–1980.
Warna biru tua menandakan masa ketika suhu lebih dingin dari normal, sementara warna oranye hingga merah menunjukkan periode yang jauh lebih panas.
Seiring waktu berjalan, distribusi suhu dalam grafik tampak semakin bergeser ke kanan, tanda bahwa pemanasan terjadi secara konsisten.
Dikutip dari laman resmi, NASA mencatat bahwa pada 2025 sebagai tahun terpanas kedua dalam sejarah, puncak suhu global berada sekitar 1,2 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan rata-rata era 1951–1980.
Kurva yang makin melebar juga menunjukkan bahwa pemanasan global bukan hanya membuat suhu rata-rata naik, tetapi juga memperbesar rentang suhu ekstrem. Artinya, gelombang panas yang dulu jarang terjadi kini menjadi lebih umum.
NASA menggunakan data dari GISTEMP, analisis suhu permukaan yang dikembangkan Goddard Institute of Space Studies. Dataset ini dibangun dari jutaan pengamatan ribuan stasiun cuaca, kapal, pelampung laut, hingga stasiun riset Antartika.
Para ilmuwan lebih memilih mengukur anomali suhu daripada suhu absolut karena suhu absolut bisa berbeda drastis dalam jarak dekat, misalnya antara lembah dan puncak gunung. Sebaliknya, anomali cenderung lebih konsisten dalam wilayah luas dan lebih akurat untuk memetakan tren global.
NASA menegaskan bahwa bukti pemanasan ini selaras dengan banyak temuan lain yang menunjukkan bahwa aktivitas manusia menjadi pendorong utama, terutama melalui emisi gas rumah kaca.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
pemanasan global NASA suhu ekstrem anomali suhu Bumi panas ekstrem 2025






















