Ilustrasi gerhana matahari (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang menakjubkan. Bumi seolah dipaksa berhenti selama beberapa menit, lantaran suasana mendadak berubah gelap di tengah siang bolong.
Momentum ini dimanfaatkan oleh sekelompok ilmuwan untuk meneliti perilaku hewan saat terjadi gerhana matahari di padang rumput Midwest, Amerika Serikat. Alih-alih mengamati visual, ilmuwan mencoba menangkap perubahan suara yang terdengar.
Dikutip dari Earth pada Jumat (6/2), para peneliti menggunakan alat perekam akustik pasif, perangkat yang bisa menangkap suara hewan tanpa mengganggu aktivitas mereka.
Alat ini dipasang beberapa hari sebelum gerhana, saat gerhana berlangsung pada April 2024, hingga setelahnya di tiga lokasi Ohio.
Hasilnya tidak sesuai dugaan awal. Gerhana memang memicu perubahan suara, tapi ekosistem tidak langsung berubah total seperti malam hari.
"Paparan cahaya yang berlebihan maupun kekurangan cahaya dapat membawa dampak negatif bagi fisiologi hewan, dan hanya sedikit penelitian yang benar-benar menguji bagaimana gerhana memengaruhi perilaku hewan," kata Madison Von Deylen, penulis utama studi ini dan mahasiswa doktoral di Ohio State University.
Hal menariknya, metode berbasis suara ini masih tergolong baru. Biasanya, studi perilaku hewan mengandalkan pengamatan langsung, yang sering terbatas dan mudah bias. Dengan soundscape, peneliti bisa menangkap perubahan halus dalam skala ekosistem.
Yang membuat gerhana ini semakin menarik ialah waktunya bersamaan dengan musim kawin bagi banyak burung padang rumput. Karena itu, kondisi soundscape sudah ramai sejak awal.
Peneliti sempat menduga kegelapan mendadak akan membuat suasana seperti senja, karena senja adalah transisi cahaya paling kuat yang dialami hewan setiap hari. Kenyataannya, aktivitas suara secara keseluruhan tercatat paling tinggi pada hari gerhana. Seolah beberapa hewan malah merespons dengan meningkatkan aktivitas, bukan menurunkannya.
Ini diperkirakan karena gerhana tidak hanya membawa gelap, tapi juga perubahan suhu, angin, dan sensasi `malam palsu` yang muncul tiba-tiba. Hewan tidak bereaksi pada satu faktor saja, sebab mereka membaca banyak sinyal lingkungan sekaligus.
Penelitian ini menemukan perubahan pada aktivitas suara dan keragaman spesies yang terdengar, tetapi kompleksitas soundscape secara umum tetap stabil. Artinya, ekosistem tidak runtuh menjadi sunyi atau berubah total, melainkan menyesuaikan diri dengan cara yang lebih halus.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Ethology Ecology & Evolution.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
perilaku hewan gerhana gerhana matahari total soundscape ekosistem





















