Kamis, 05/02/2026 18:00 WIB

5 Gejala Paling Awal sebelum Mengidap Skizofrenia





Skizofrenia lekat dengan perasaan halusinasi atau delusi. Suara-suara gaib hingga pengalaman mistis kerap kali dianggap sebagai ciri utama gangguan ini.

Ilustrasi gangguan skizofrenia (Foto: Oasis Rehab)

Jakarta, Jurnas.com - Skizofrenia lekat dengan perasaan halusinasi atau delusi. Suara-suara gaib hingga pengalaman mistis kerap kali dianggap sebagai ciri utama gangguan ini.

Tapi, gejala-gejala seperti itu biasanya disebut sebagai gejala positif skizofrenia, dan memang sering menjadi alasan seseorang pertama kali dibawa berobat hingga akhirnya mendapat diagnosis.

Skizofrenia tidak selalu dimulai dengan halusinasi atau delusi. Justru jauh sebelum gejala psikotik muncul, ada tanda-tanda yang lebih halus, berkembang perlahan, dan sering disalahpahami.

Inilah yang dikenal sebagai gejala negatif, dan dalam banyak kasus, dampaknya terhadap kehidupan jangka panjang bisa lebih besar daripada psikosis itu sendiri.

Gejala negatif merujuk pada berkurangnya atau hilangnya fungsi normal dalam aspek emosi dan motivasi. Artinya, seseorang tidak sekadar mengalami tambahan pengalaman aneh seperti halusinasi, tetapi justru kehilangan kemampuan yang sebelumnya wajar.

Dikutip dari Psychology Today pada Kamis (5/2), gejala negatif bukan sekadar reaksi psikologis terhadap penyakit, bukan pula semata-mata efek samping obat, atau sifat kepribadian.

Gejala ini merupakan bagian inti dari skizofrenia, berkaitan dengan perubahan pada sistem otak yang mengatur motivasi, penghargaan (reward), dan ekspresi emosi.

Beberapa gejala negatif yang paling sering muncul berkaitan dengan motivasi dan ekspresi emosional. Salah satunya adalah kesulitan menemukan dorongan untuk menyelesaikan tugas sehari-hari, seperti pekerjaan rumah atau aktivitas sederhana yang sebelumnya mudah dilakukan.

Selain itu, banyak individu mulai menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka cenderung menghindari orang lain, lebih memilih menyendiri, dan kehilangan minat untuk berinteraksi, bahkan dengan keluarga atau teman dekat.

Gejala lain yang cukup menonjol adalah berkurangnya kemampuan merasakan kesenangan atau kebahagiaan. Aktivitas yang dulunya menyenangkan bisa terasa hambar, seolah tidak lagi memberi makna atau kepuasan emosional.

Dalam komunikasi, gejala negatif juga bisa terlihat melalui kesulitan berbicara atau produksi bicara yang sangat sedikit. Seseorang mungkin menjawab singkat, jarang memulai percakapan, atau tampak kesulitan menyusun kata-kata.

Ekspresi emosional pun sering berkurang. Misalnya, wajah tampak datar, jarang tersenyum, atau tidak menunjukkan respons emosional yang biasanya muncul dalam situasi tertentu. Bagi orang luar, ini bisa tampak seperti dingin atau tidak peduli, padahal sebenarnya merupakan bagian dari gangguan.

Masalahnya, gejala negatif sering disalahartikan. Banyak orang mengira ini hanyalah depresi, kemalasan, sikap apatis, atau kurangnya usaha. Padahal, gejala ini mencerminkan perubahan biologis dalam otak yang membuat motivasi dan emosi menjadi sulit diakses.

Hal yang membuat gejala negatif semakin kompleks adalah kenyataan bahwa gejala ini tetap bertahan meskipun gejala positif sudah membaik. Seseorang mungkin tidak lagi mengalami halusinasi atau delusi berkat pengobatan antipsikotik, tetapi tetap menghadapi hambatan besar dalam menjalani kehidupan sosial dan aktivitas sehari-hari.

Penelitian menunjukkan bahwa gejala negatif adalah bagian yang sangat umum dalam skizofrenia. Hampir 9 dari 10 orang mengalami setidaknya satu gejala negatif saat episode psikotik pertama kali terjadi.

Bahkan setelah menjalani pengobatan, sekitar 35 hingga 70 persen individu diperkirakan masih mengalami gejala negatif yang menetap, meskipun halusinasi dan delusi sudah jauh berkurang.

Gejala-gejala ini sangat berkaitan dengan menurunnya kemandirian, penarikan diri dari pergaulan, serta kesulitan mempertahankan pekerjaan, hubungan sosial, dan peran bermakna dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengenali gejala negatif lebih dini, peluang untuk memberikan intervensi yang tepat dan dukungan jangka panjang juga menjadi lebih besar, sehingga kualitas hidup individu dengan skizofrenia dapat lebih terjaga.

KEYWORD :

gejala negatif skizofrenia skizofrenia tanpa halusinasi motivasi dan emosi otak




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :