Kamis, 05/02/2026 17:11 WIB

Inilah Alasan Allah Menurunkan Al-Qur`an di Bulan Ramadhan





Dengan peristiwa turunnya Al-Qur`an di bulan Ramadhan, umat Islam diingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga.

Ilustrasi - kitab suci Al-Qur`an (Foto: Pexels/uhumrea D)

Jakarta, Jurnas.com - Allah SWT menetapkan bulan Ramadhan sebagai waktu turunnya Al-Qur`an bukan tanpa alasan.

Ramadhan dikenal sebagai bulan paling agung dalam kalender Islam karena di dalamnya Allah menurunkan kitab suci sebagai pedoman hidup umat manusia.

Penegasan ini disebutkan secara jelas dalam Al-Qur`an, sebagaimana firman Allah SWT:

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai sumber hidayah dan petunjuk kehidupan.

Al-Qur`an pertama kali diturunkan pada malam yang sangat istimewa, yakni Lailatul Qadar, yang berada di bulan Ramadhan. Malam tersebut memiliki keutamaan luar biasa karena menjadi awal turunnya wahyu Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman:

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur`an) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr [97]: 1)

Lailatul Qadar disebut lebih baik dari seribu bulan, yang menandakan bahwa Allah memilih waktu paling penuh keberkahan untuk menurunkan kitab-Nya.

Selain sebagai bulan turunnya wahyu, Ramadhan juga merupakan bulan penyucian jiwa melalui ibadah puasa. Dengan menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu, manusia dilatih untuk mengendalikan diri dan membersihkan hati.

Dalam kondisi spiritual yang lebih jernih inilah, manusia dipersiapkan untuk menerima dan mengamalkan petunjuk Allah yang terkandung dalam Al-Qur`an.

Hubungan erat antara Ramadhan dan Al-Qur`an juga tercermin dari kebiasaan Rasulullah SAW. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa setiap bulan Ramadhan, Malaikat Jibril menemui Nabi Muhammad SAW untuk mengajarkan dan mengulang bacaan Al-Qur’an. Dalam hadis disebutkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin tampak pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah momentum memperbanyak interaksi dengan Al-Qur`an sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.

Al-Qur`an diturunkan sebagai hudallinnas atau petunjuk bagi seluruh manusia, bukan hanya bagi orang beriman. Penurunannya di bulan Ramadhan mengajarkan bahwa hidayah Allah hadir pada waktu yang penuh rahmat, ampunan, dan kesempatan perubahan diri. Ramadhan menjadi saat yang tepat bagi manusia untuk meninggalkan keburukan dan kembali kepada jalan yang lurus.

Dengan peristiwa turunnya Al-Qur`an di bulan Ramadhan, umat Islam diingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga.

Ramadhan adalah bulan Al-Qur`an, bulan untuk membaca, memahami, dan mengamalkan ajarannya agar memperoleh keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.

KEYWORD :

Info Keislaman bulan Ramadhan Kitab Al-Qur`an Allah SWT




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :