Rabu, 04/02/2026 21:35 WIB

Aspek Kebersihan dan Keselamatan Fondasi Pariwisata Nasional





Pariwisata tidak hanya berbicara tentang promosi dan peningkatan jumlah kunjungan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana destinasi itu bersih, aman.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menegaskan bahwa pengembangan pariwisata nasional harus bertumpu pada penguatan tata kelola, khususnya dalam aspek kebersihan destinasi dan keselamatan wisatawan.

Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan fondasi utama dalam membangun pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.

“Pariwisata tidak hanya berbicara tentang promosi dan peningkatan jumlah kunjungan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana destinasi itu bersih, aman, dan nyaman bagi wisatawan,” ujar Saleh saat Rapat Kerja dengan Kementerian Pariwisata di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2).

Menurut dia, persoalan kebersihan destinasi wisata masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah. Oleh karena itu, pengelolaan kebersihan dan higienitas perlu dilakukan secara sistematis dan terintegrasi, tidak bersifat sementara atau insidental.

Saleh menekankan bahwa upaya tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga partisipasi aktif masyarakat.

“Kebersihan destinasi wisata bukan hanya urusan satu kementerian. Ini membutuhkan koordinasi yang kuat dan konsisten, serta pengawasan agar pelaksanaannya benar-benar berjalan di lapangan,” tegas Legislator Fraksi Partai Amanat Nasional itu.

Selain kebersihan, Saleh juga menyoroti pentingnya aspek keselamatan dan keamanan wisatawan. Ia menilai, standar keselamatan dalam sektor pariwisata harus diperjelas dan diterapkan secara menyeluruh, mencakup transportasi, destinasi, aktivitas wisata, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Menurutnya, tanpa jaminan keselamatan dan keamanan, pariwisata akan sulit berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

“Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas. Standar yang jelas dan pengawasan yang berkelanjutan akan memberikan rasa aman, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Politisi asal dapil Sumut II itu menyampaikan bahwa penguatan kebersihan dan keselamatan juga berkaitan erat dengan citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Destinasi yang bersih, tertata, dan aman akan meningkatkan kepercayaan wisatawan serta mendorong kunjungan yang berkelanjutan.

Dalam konteks pengembangan daerah, Saleh menekankan pentingnya pemerataan pembangunan pariwisata. Ia mendorong agar penguatan tata kelola pariwisata juga menyentuh desa wisata dan destinasi di luar kawasan yang selama ini sudah berkembang, sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Pariwisata harus menjadi instrumen pemerataan ekonomi. Dengan tata kelola yang baik, pariwisata bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah,” katanya.

Saleh menegaskan bahwa Komisi VII DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan program pariwisata nasional, agar pengembangan sektor ini berjalan sesuai prinsip keberlanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin pariwisata Indonesia tumbuh dengan kualitas, bukan hanya kuantitas. Kebersihan, keselamatan, dan tata kelola yang baik adalah kunci ke arah itu,” pungkasnya.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Ketua Komisi VII Saleh Partaonan Daulay pariwisata nasional Kementerian Pariwisata




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :