Ilustrasi bayi bermain (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Proses bayi belajar berbicara terjadi jauh sebelum kata pertama diucapkan. Riset menemukan bahwa bayi memulai belajar bahasa jauh lebih awal, yakni Ketika mereka masih berusia 10 bulan.
Sebelum bayi bisa berbicara, otaknya sudah bekerja keras. Mereka terus mendengar, memperhatikan, dan mengamati dunia di sekitarnya. Meski terlihat diam, bayi sebenarnya sedang menyusun pola-pola bahasa dan menghubungkan yang terlihat dan terdengar.
Dikutip dari Earth pada Rabu (4/2), penelitian mengungkap bahwa pada usia sekitar 10 bulan, bayi sudah mampu menyadari ketika sebuah kata yang menggambarkan tindakan tidak sesuai dengan apa yang sedang mereka lihat.
Temuan ini memberikan gambaran baru tentang seberapa dini bahasa mulai dipahami dan hal yang sebenarnya sudah terjadi di dalam pikiran bayi sejak awal kehidupan.
Pada akhir tahun pertama, bayi mendengar ribuan kata setiap hari. Orang tua atau pengasuh biasanya berbicara sambil memasak, membersihkan rumah, bermain, atau melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam percakapan itu, kata kerja atau verba sering muncul, meskipun bayi cenderung mengucapkan kata benda terlebih dahulu.
Kata-kata seperti `makan`, `pergi`, `ambil`, atau `jatuh` terdengar terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari. Meski begitu, kata kerja sebenarnya lebih sulit dipelajari dibanding kata benda, karena tindakan tidak bersifat diam seperti objek. Gerakan berubah dari detik ke detik, sehingga bayi harus menangkap pola dari sesuatu yang terus bergerak.
Untuk memahami kata kerja, bayi harus memperhatikan gerakan, menentukan bagian mana yang penting, lalu menghubungkan pola tersebut dengan kata yang diucapkan. Ini merupakan tugas yang kompleks bagi otak yang masih berkembang dan baru mulai memahami bagaimana dunia bekerja.
Namun penelitian ini menemukan bahwa pada usia 10 bulan, bayi sudah dapat mendeteksi ketika sebuah tindakan dan kata kerja tidak selaras. Artinya, mereka bukan hanya mendengar suara, tetapi sudah mulai menghubungkan kata dengan makna yang sesuai.
Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari Cardiff University dan University of East Anglia, dengan kolaborasi dari University of Warwick. Fokus penelitian adalah bayi berusia 10 bulan, untuk melihat perkembangan pemahaman bahasa sebelum kemampuan bicara muncul.
Para peneliti menggunakan metode electroencephalogram atau EEG, yaitu teknik yang mengukur ritme listrik di otak secara lembut dan aman. Bayi mengenakan topi elastis lembut dengan sensor kecil sambil duduk di pangkuan orang tua mereka. Tidak ada jarum atau mesin besar, sehingga prosedurnya nyaman dan umum digunakan dalam penelitian bayi.
Dalam eksperimen, bayi menonton video pendek yang menampilkan berbagai tindakan. Pada saat yang sama, mereka mendengar sebuah kata kerja. Kadang kata itu sesuai dengan tindakan di video, kadang tidak. Para peneliti kemudian mengamati bagaimana otak bayi merespons situasi tersebut.
Hasilnya menunjukkan pola yang jelas. Ketika kata kerja yang didengar tidak cocok dengan tindakan yang dilihat, otak bayi bereaksi berbeda. Respons ini menandakan bahwa bayi menyadari adanya ketidaksesuaian, bukan sekadar bereaksi secara acak.
Penulis studi, Dr. Kelsey Frewin, menjelaskan bahwa sekitar ulang tahun pertama, bayi biasanya mulai mengucapkan kata-kata pertama. Kata-kata itu umumnya merujuk pada pengasuh seperti `Mama`, anggota keluarga lain, hewan peliharaan, atau objek penting yang sering mereka lihat.
Dia juga menekankan bahwa kosakata awal anak biasanya dipenuhi kata benda, meskipun dalam input bahasa sehari-hari, pengasuh sering memasukkan kata kerja.
Menurut dia, mempelajari arti kata kerja merupakan proses rumit karena bayi harus memisahkan kata dari aliran bicara, mengenali tindakan dari gerakan, membentuk kategori tindakan, dan menghubungkan kata kerja dengan konsep tindakan yang mulai terbentuk.
Respons otak dalam penelitian ini menunjukkan bahwa bayi sudah mulai melakukan pekerjaan kognitif tersebut beberapa bulan sebelum mereka mampu berbicara. Mereka mungkin belum memahami kata kerja sepenuhnya seperti anak yang lebih besar, tetapi fondasi pemahamannya sudah terbentuk.
Peneliti juga mencatat kemungkinan lain. Bayi mungkin menangkap pola kemunculan bersama antara tindakan dan kata yang sering mereka dengar. Sensitivitas terhadap pola semacam ini bisa menjadi langkah awal yang nantinya berkembang menjadi pemahaman bahasa yang lebih matang.
Meski demikian, temuan ini penting karena menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dimulai dari mendengar, melihat, dan mendeteksi pola, sementara kemampuan berbicara muncul belakangan. Bayi ternyata sudah aktif memproses bahasa jauh sebelum kata pertama terucap.
Studi lengkapnya telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Cortex.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
bayi memahami bahasa perkembangan kata kerja riset otak bayi

























