Rabu, 04/02/2026 07:27 WIB

Self-Serving Bias, Perilaku yang Diam-diam Mempengaruhi Pola Pikir





Tanpa disadari, cara menilai sukses dan gagal sering tidak sepenuhnya objektif.

Ilustrasi - Kecenderungan self serving bias (Foto: Pexels/Yan Krukau)

Jakarta, Jurnas.com - Self-serving bias merupakan kecenderungan psikologis ketika seseorang menilai keberhasilan sebagai hasil dari kemampuan atau usaha pribadi, sementara kegagalan dianggap disebabkan oleh faktor di luar dirinya, seperti keadaan atau peran orang lain.

Pola pikir ini umumnya muncul sebagai cara untuk menjaga harga diri dan mempertahankan citra diri yang positif. Meski terkesan wajar, self-serving bias dapat memengaruhi cara seseorang memahami dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Salah satu kelebihan dari self-serving bias ialah kemampuannya untuk meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengaitkan keberhasilan pada kemampuan pribadi, seseorang cenderung merasa lebih termotivasi dan yakin terhadap kemampuannya.

Ini juga dapat membantu seseorang bangkit dari kegagalan karena mereka tidak terlalu keras pada diri sendiri. Dalam konteks sosial, self-serving bias dapat menjadi alat untuk membangun citra positif di mata orang lain, yang bisa bermanfaat dalam hubungan interpersonal atau profesional.

Namun, self-serving bias juga memiliki kekurangan. Salah satu dampaknya adalah menghambat proses pembelajaran dari kegagalan. Ketika seseorang selalu menyalahkan faktor eksternal atas kegagalan, mereka kehilangan kesempatan untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kelemahan.

Selain itu, bias ini dapat merusak hubungan interpersonal karena cenderung menyalahkan orang lain atas kesalahan yang sebenarnya bisa menjadi tanggung jawab bersama. Jika tidak dikelola dengan baik, self-serving bias dapat menciptakan sikap arogan atau menghambat pertumbuhan pribadi.

Untuk menghadapi self-serving bias, langkah pertama ialah meningkatkan kesadaran diri. Seseorang perlu belajar mengenali pola pikirnya dan menyadari kapan mereka cenderung menyalahkan faktor eksternal secara berlebihan.

Refleksi yang jujur terhadap keberhasilan dan kegagalan dapat membantu seseorang mengambil tanggung jawab yang seimbang atas hasil yang mereka capai.

Selain itu, penting untuk mencari umpan balik dari orang lain. Mendengarkan perspektif orang lain dapat memberikan sudut pandang yang lebih objektif tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Dengan terbuka terhadap kritik, seseorang dapat lebih mudah memahami kontribusi mereka terhadap suatu situasi, baik positif maupun negatif.

KEYWORD :

Self Serving Bias Bias Kognitif Pola Pikir




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :