Selasa, 03/02/2026 19:11 WIB

Studi: Bayi Dinosaurus Era Jurassic Jadi Mangsa Empuk Predator





Dinosaurus tak selalu tentang hewan raksasa perkasa yang saling bertarung dengan gigi dan ekor besar. Di era Jurassic Akhir, pertarungan tak lagi dominan

Ilustrasi dinosaurus raksasa (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Dinosaurus tak selalu tentang hewan raksasa perkasa yang saling bertarung dengan gigi dan ekor besar. Di era Jurassic Akhir, pertarungan tak lagi dominan lantaran predator memilih mengincar bayi dinosaurus dari spesies raksasa.

Sekitar 150 juta tahun lalu, Amerika Utara berupa hamparan dataran banjir luas dengan sungai yang terus berpindah dan hutan yang datang dan pergi. Di lanskap inilah dinosaurus menguasai semua tingkat ekosistem, dari pemakan tumbuhan hingga predator puncak.

Studi terbaru berhasil menyusun kembali rantai makanan dalam satu ekosistem purba secara utuh. Hasilnya membalik anggapan lama bahwa dinosaurus terbesar hanya berperan sebagai penguasa. Saat masih bayi, mereka justru menjadi sumber makanan utama bagi banyak predator.

Fokus utama penelitian ini adalah sauropoda seperti Brachiosaurus dan Diplodocus, dinosaurus berleher panjang yang saat dewasa menjadi hewan darat terbesar sepanjang sejarah.

Namun keduanya tidak lahir besar. Sauropoda menetas dari telur berdiameter sekitar 30 sentimeter dan memulai hidup dalam ukuran yang sangat kecil dibandingkan predator di sekitarnya.

Bukti fosil menunjukkan bayi sauropoda tidak mendapatkan perawatan dari induknya. Sejak menetas, mereka harus bertahan sendiri. Dalam kondisi seperti itu, mereka tidak bisa melawan, tidak bisa berlari cepat, dan jumlahnya sangat banyak, kombinasi yang menjadikan mereka mangsa ideal.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Cassius Morrison dari UCL Earth Sciences dan dipublikasikan dalam New Mexico Museum of Natural History and Science Bulletin. Tim meneliti fosil dari Formasi Morrison, salah satu situs dinosaurus terpenting di dunia, khususnya di lokasi Dry Mesa Dinosaur Quarry, Colorado.

Selama rentang hingga 10.000 tahun, lokasi ini merekam kehidupan yang sangat padat. Fosil dari sedikitnya enam spesies sauropoda ditemukan berdampingan dengan predator, hewan kecil lain, dan tumbuhan. Kepadatan ini memungkinkan peneliti memetakan satu jaringan makanan lengkap, bukan sekadar hubungan satu lawan satu.

Untuk membangun peta ekosistem ini, para ilmuwan menggabungkan ukuran tubuh dinosaurus, pola keausan gigi, analisis isotop dalam fosil, hingga isi perut yang terawetkan. Dengan bantuan perangkat lunak ekologi modern, mereka menciptakan salah satu peta rantai makanan dinosaurus paling detail yang pernah dibuat.

Satu pola langsung menonjol. Sauropoda terhubung dengan jauh lebih banyak organisme dibandingkan herbivora lain. Dinosaurus pemakan tumbuhan seperti Stegosaurus memang ada, tetapi tubuh berlapis dan ekor berduri membuat mereka berisiko tinggi untuk diserang. Sebaliknya, bayi sauropoda nyaris tidak memiliki perlindungan.

"Saat dewasa, Diplodocus dan Brachiosaurus lebih panjang dari paus biru dan langkahnya bisa mengguncang tanah. Namun telurnya kecil, dan anak-anaknya butuh bertahun-tahun untuk tumbuh besar," kata Dr. Morrison.

Dia menjelaskan bahwa ukuran tubuh induk justru menyulitkan perawatan telur, dan bukti menunjukkan bayi sauropoda kemungkinan hidup tanpa perlindungan orang tua, mirip bayi kura-kura saat ini.

Bagi predator seperti Allosaurus dan Torvosaurus, keberadaan mangsa kecil yang mudah ditangkap sangat menentukan. Berburu dinosaurus besar dan bersenjata berisiko tinggi, karena satu luka saja bisa berujung kematian.

William Hart dari Hofstra University, salah satu penulis studi, menyebut bahwa keberadaan bayi sauropoda mungkin memungkinkan predator bertahan meski terluka parah.

Ketika sauropoda mulai berkurang puluhan juta tahun kemudian, predator dipaksa berburu mangsa yang lebih besar dan lebih tangguh. Tekanan ini diyakini berperan dalam munculnya dinosaurus seperti Tyrannosaurus rex dengan gigitan lebih kuat, penglihatan lebih tajam, dan tubuh lebih besar.

KEYWORD :

bayi dinosaurus Jurassic predator dinosaurus purba ekosistem Jurassic




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :