Senin, 02/02/2026 23:52 WIB

Hari ke-10 Pencarian Korban Longsor Cisarua: 83 Kantong Jenazah Dievakuasi





Dari 61 korban yang teridentifikasi, 45 korban sesuai dalam daftar pencarian. Kemudian dua korban teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian

Proses pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Foto: Pemprov Jabar)

Jakarta, Jurnas.com - Tim Search and Rescue (SAR/Pencarian dan Penyelamatan) gabungan menyatakan sebanyak 83 kantong jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berhasil dievakuasi hingga hari ke-10 operasi pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan proses pencarian masih akan terus dilanjutkan, karena belum seluruh korban berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Secara akumulatif hingga sore ini sebanyak 83 kantong jenazah. Jumlah ini sudah melebihi dari jumlah dalam daftar pencarian. Namun dari identifikasi DVI ada kantong jenazah yang melebihi dari satu namun memiliki identitas tunggal,” kata Ade dikutip Antara pada Senin (2/02/2026).

Ade menjelaskan, dari total tersebut, sebanyak 61 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI. Dari jumlah itu, 45 orang tercatat sebagai warga setempat yang masuk dalam daftar pencarian, sementara 16 lainnya berada di luar data awal.

“Dari 61 korban yang teridentifikasi, 45 korban sesuai dalam daftar pencarian. Kemudian dua korban teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian,“ katanya.

Dengan demikian, lanjut Ade, masih terdapat 35 korban yang belum dapat dipastikan identitasnya, termasuk sekitar 20 korban yang masih berupa kantong jenazah dan dalam proses identifikasi.

Ia menambahkan, pelaksanaan operasi pencarian akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan sesuai dengan keputusan penetapan status tanggap darurat bencana.

“Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait tanggap darurat bencana, operasi SAR direncanakan akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan dievaluasi pada hari ketujuh,” kata Ade.

Selain itu, Tim SAR gabungan juga memperluas wilayah pencarian dengan menggeser sebagian personel dari sektor A2 ke sektor B2 setelah evaluasi lapangan menunjukkan adanya potensi keberadaan korban di area tersebut.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan, pencarian korban longsor dilakukan oleh lebih dari 3.000 personil tim SAR gabungan. Tim memanfaatkan berbagai peralatan dalam mencari korban, seperti lima pesawat helikopter, 17 alat berat, dan 22 drone.

Operasi SAR pencarian korban longsor dilakukan selama 24 jam sehari. Meskipun pada malam hari, pencarian korban di lokasi longsor dihentikan, proses evaluasi dan koordinasi penanganan longsor terus dilaksanakan.

Di sisi lain, terkait relokasi, Bupati Kabupaten Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, pihaknya telah mendapatkan hasil pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Beberapa warga yang rumahnya masuk zona kuning dalam peta tersebut telah dipulangkan kembali ke rumahnya.

Sementara itu, masyarakat yang masuk zona rawan gerakan tanah bakal direlokasi dan disediakan hunian sementara dan hunian tetap.

"Pemerintah daerah akan cari lahan untuk relokasi berdasarkan hasil pemetaan dari Badan Geologi bahwa lahan tersebut aman untuk dihuni," ujar Jeje dikutip Pemprov Jabar.

Ia mengimbau masyarakat di Kabupaten Bandung Barat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam karena curah hujan tinggi. Apabila tersapat tanda bahaya, segera evakuasi diri ke tempat yang aman.

KEYWORD :

Tim SAR Gabungan Korban Bencana Longsor Cisarua Bandung Barat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :