Sosok Utsman bin Affan RA, sahabat Nabi yang terkenal paling dermawan (Foto: Iustrasi AI)
Jakarta, Jurnas.com - Dalam sejarah Islam, kedermawanan bukan sekadar sifat terpuji, tetapi menjadi cerminan keimanan yang kuat.
Di antara para sahabat Nabi Muhammad SAW, nama Utsman bin Affan RA dikenal luas sebagai sosok yang paling dermawan, bahkan hartanya berulang kali menjadi penopang perjuangan Islam di masa-masa sulit.
Utsman bin Affan RA berasal dari kalangan saudagar kaya Quraisy. Namun, kekayaan itu tidak membuatnya hidup bermewah-mewahan. Sebaliknya, ia menjadikan harta sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan membantu umat.
Salah satu kisah paling terkenal adalah ketika Madinah mengalami krisis air, dan hanya ada satu sumur milik seorang Yahudi yang dijual dengan harga tinggi.
Melihat kondisi umat, Utsman bin Affan RA membeli sumur tersebut dengan hartanya sendiri, lalu mewakafkannya agar bisa digunakan oleh seluruh kaum Muslimin tanpa dipungut biaya.
Tindakan ini menjadi teladan nyata bahwa sedekah terbaik adalah yang memberi manfaat luas dan berkelanjutan.
Kedermawanan Utsman bin Affan RA juga tampak jelas saat persiapan Perang Tabuk, ketika kaum Muslimin mengalami kekurangan logistik.
Ia menyumbangkan ratusan unta lengkap dengan perlengkapannya, serta emas dan perak dalam jumlah besar. Rasulullah SAW sampai memuji dan mendoakannya secara khusus.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَا ضَرَّ عُثْمَانَ مَا عَمِلَ بَعْدَ الْيَوْمِ
“Tidak ada yang membahayakan Utsman atas apa pun yang ia lakukan setelah hari ini.” (HR. Tirmidzi)
Pujian ini menunjukkan betapa besar nilai sedekah yang dikeluarkan Utsman bin Affan RA di jalan Allah. Hartanya menjadi saksi keikhlasan dan ketulusan imannya.
Al-Qur`an sendiri menegaskan keutamaan orang-orang yang gemar berinfak di jalan Allah. Allah SWT berfirman:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menggambarkan bahwa sedekah yang ikhlas tidak akan mengurangi harta, justru melipatgandakannya dalam bentuk keberkahan dan pahala.
Meski dikenal sebagai hartawan, Utsman bin Affan RA hidup dengan penuh kesederhanaan. Ia tidak menjadikan kekayaannya sebagai alat kesombongan, melainkan sebagai sarana ibadah. Keteladanan inilah yang membuatnya dicintai Rasulullah SAW dan dihormati oleh kaum Muslimin sepanjang zaman.
Sosok Utsman bin Affan RA mengajarkan bahwa kedermawanan bukan tentang seberapa banyak harta yang dimiliki, melainkan seberapa besar keikhlasan dalam memberi.
Di tengah kehidupan modern yang penuh kompetisi materi, teladan sahabat Nabi ini tetap relevan sebagai pengingat bahwa harta terbaik adalah yang dibelanjakan di jalan Allah dan untuk kemaslahatan umat.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Sahabat Nabi Utsman bin Affan RA Orang Dermawan























