Senin, 02/02/2026 21:55 WIB

Tahun 2025, Jumlah Wisman yang Kunjungi Indonesia Capai 15,39 Juta





Jumlah kunjungan wisman pada Desember 2025 melalui pintu masuk utama sebanyak 1.122.993 kunjungan

Petugas Kereta Whoosh membantu seorang wisatawan yang hendak naik. Foto: dok. jurnas

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jika sepanjang tahun 2025, wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 15,39 juta kunjungan.

“Secara kumulatif sepanjang 2025, total kunjungan wisman mencapai 15,39 juta kunjungan atau meningkat 10,80 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Jumlah kunjungan wisman pada Desember 2025 melalui pintu masuk utama sebanyak 1.122.993 kunjungan. Sementara wisman yang masuk pada pintu masuk perbatasan sebanyak 182.867 kunjungan.

Secara total jumlah kunjungan wisman adalah sebanyak 1,40 juta kunjungan atau naik sebesar 17,25 persen secara bulanan dan naik 14,43 persen secara tahunan.

“Secara kumulatif sepanjang 2025, total kunjungan wisman mencapai 15,39 juta kunjungan atau meningkat 10,80 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024,” kata Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Menurut Ateng, capaian kunjungan wisman hingga Desember 2025 tersebut merupakan capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir atau sejak tahun 2020.

Kunjungan wisman terbanyak menurut kebangsaan pada Desember 2025 berasal dari Malaysia masih mendominasi tempat pertama, disusul Australia dan Singapura. Kunjungan dari Malaysia mencapai 17,4 persen, Singapura 14,5 persen dan Australia 11,05 persen.

Dibandingkan November 2025, terjadi penurunan kunjungan wisman dari ketiga negara tersebut.

Adapun dibandingkan November 2024, kunjungan wisman dari tiga negara tersebut juga mengalami peningkatan.

Jika dilihat berdasarkan pintu masuk utama, kunjungan wisman paling banyak masuk melalui Bandara Ngurah Rai Bali dan ini didominasi wisman kebangsaan Australia.

KEYWORD :

Wisatawan Mancanegara Badan Pusat Statistik




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :