Senin, 02/02/2026 18:51 WIB

Israel Buka Kembali Perbatasan Gaza-Mesir dengan Pembatasan Ketat





Israel kembali membuka perlintasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir pada Senin (2/2), yang memungkinkan warga Palestina keluar dan masuk.

Perbatasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir kembali dibuka (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Israel kembali membuka perlintasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir pada Senin (2/2), yang memungkinkan warga Palestina keluar dari wilayah tersebut, maupun kembali usai melarikan diri dari perang. Namun, pembukaan ini dilakukan dengan berbagai pembatasan ketat.

Perlintasan Rafah hanya dibuka untuk pejalan kaki, dan Israel menuntut pemeriksaan keamanan bagi warga Palestina yang masuk dan keluar Gaza. Israel dan Mesir juga dikabarkan memberlakukan batas maksimum jumlah pelintas setiap harinya.

Israel mengambil alih perlintasan Rafah pada Mei 2024, sekitar sembilan bulan sejak perang di Gaza pecah. Konflik tersebut sempat dihentikan sementara melalui gencatan senjata pada Oktober yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dikutip dari Reuters, pembukaan Rafah menjadi salah satu syarat penting dalam fase pertama rencana Trump untuk menghentikan pertempuran antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza.

Seorang pejabat keamanan Israel menyatakan bahwa tim pemantau Eropa telah tiba di perlintasan tersebut. Menurutnya, Rafah kini kembali dibuka untuk pergerakan penduduk, baik untuk keluar maupun masuk wilayah Gaza.

Pada sembilan bulan pertama serangan Israel di Gaza, yang dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 ke wilayah selatan Israel, warga Palestina umumnya masih dapat melarikan diri ke Mesir melalui Rafah.

Pejabat Palestina memperkirakan sekitar 100.000 warga Palestina telah meninggalkan Gaza sejak perang dimulai, sebagian besar terjadi dalam sembilan bulan pertama konflik.

Sebagian di antaranya difasilitasi oleh organisasi donor, sementara yang lain membayar sejumlah pihak di Mesir untuk memperoleh izin keluar.

Israel menutup perlintasan Rafah setelah pasukannya memasuki kawasan tersebut dan juga menutup Koridor Philadelphi yang membentang sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir.

Penutupan ini memutus jalur utama bagi warga Palestina yang terluka atau sakit untuk mendapatkan perawatan medis di luar Gaza. Dalam setahun terakhir, hanya beberapa ribu orang yang diizinkan keluar melalui Israel untuk berobat ke negara ketiga, sementara ribuan lainnya masih membutuhkan perawatan di luar negeri, menurut PBB.

Meski Rafah telah dibuka kembali, Israel tetap menolak masuknya jurnalis asing ke Gaza. Sejak awal perang, wartawan asing dilarang masuk, meskipun konflik tersebut telah menghancurkan sebagian besar wilayah dan infrastruktur Gaza.

Sekitar dua juta penduduk Gaza kini sebagian besar tinggal di tenda-tenda darurat dan rumah-rumah rusak, dikelilingi puing-puing kota yang hancur akibat perang.

Mahkamah Agung Israel saat ini sedang mempertimbangkan gugatan dari Asosiasi Pers Asing (FPA) yang menuntut agar jurnalis asing diizinkan masuk ke Gaza dari wilayah Israel. Pemerintah Israel menilai bahwa kehadiran jurnalis dapat membahayakan tentara Israel dan para wartawan.

FPA menolak alasan tersebut dan menyatakan bahwa publik kehilangan sumber informasi independen yang penting. Mereka juga menyoroti bahwa pekerja bantuan dan staf PBB tetap diizinkan masuk ke Gaza sejak perang berlangsung.

Rencana Trump untuk Gaza yang kini memasuki fase kedua mencakup penyerahan pemerintahan kepada teknokrat Palestina, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, serta rekonstruksi wilayah tersebut.

Namun, Israel meragukan kemungkinan Hamas akan meletakkan senjata. Sejumlah pejabat Israel menyebut militer sedang bersiap menghadapi kemungkinan kembalinya perang.

Sejak kesepakatan Oktober dicapai, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 500 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan setempat, sementara kelompok militan telah menewaskan empat tentara Israel.

Pada Sabtu lalu, Israel melancarkan salah satu serangan udara terintens sejak gencatan senjata, menewaskan sedikitnya 30 orang. Israel menyatakan serangan itu merupakan respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas pada Jumat sebelumnya.

KEYWORD :

perbatasan Rafah Gaza Israel Mesir Gaza gencatan senjata Gaza




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :