Kepala Staf Angkatan Darat Iran Amir Hatami (Foto: AFP)
Tehran, Jurnas.com - Kepala Staf Angkatan Darat Iran Amir Hatami pada Sabtu memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat melakukan kesalahan apa pun, hal itu dipastikan akan membahayakan keamanan negara tersebut, Israel, serta seluruh kawasan Asia Barat, menurut kantor berita resmi IRNA.
Berbicara dalam sebuah festival nasional di Teheran, Hatami menegaskan kesiapsiagaan penuh angkatan bersenjata Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington.
"Hari ini, angkatan bersenjata Republik Islam Iran berada dalam kesiapan pertahanan dan militer penuh serta memantau dengan cermat pergerakan musuh di kawasan. Jari kami berada di pelatuk," kata Amir.
Dia menambahkan bahwa "jika musuh melakukan kesalahan apa pun, hal itu tanpa diragukan akan membahayakan keamanan mereka sendiri serta keamanan Israel dan kawasan."
Hatami juga menyambut pernyataan negara-negara tetangga yang menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah atau ruang udara mereka digunakan untuk melawan Iran. Menurutnya, negara-negara tersebut "memahami bahwa setiap gangguan terhadap keamanan Iran akan berdampak pada ketidakamanan di seluruh kawasan."
Hatami menekankan bahwa jika pihak lain ingin menyelesaikan masalah, maka mereka harus memperlakukan bangsa Iran dengan penuh rasa hormat.
Peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa sebuah "armada besar," yang dipimpin oleh kapal induk Abraham Lincoln, sedang menuju Iran, seraya memperingatkan bahwa "waktu semakin menipis" bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan AS.
Pada Jumat (30/1), Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan di Istanbul bahwa Iran bersedia bernegosiasi dengan AS, namun tidak di bawah ancaman.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Panglima AD Iran Amerika Serikat Amir Hatami


















