Ilustrasi ikan yang tercemar mikroplastik (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Pencemaran mikroplastik perlahan masuk ke dalam rantai makanan manusia. Penelitian terbaru menemukan bahwa satu dari tiga ikan pesisir yang dikonsumsi masyarakat lokal di kawasan perairan Pasifik mengandung partikel plastik.
Temuan ini berasal dari ikan yang ditangkap langsung di Fiji, Tonga, Tuvalu, dan Vanuatu, sebagaimana dikutip dari Earth pada Minggu (2/1).
Penelitian yang dipimpin Jasha Dehm dari University of the South Pacific (USP) menunjukkan pola pencemaran yang tidak merata. Fiji mencatat tingkat tertinggi, dengan 74,46 persen ikan sampel mengandung plastik di saluran pencernaannya.
Tingginya angka di Fiji dikaitkan dengan kepadatan penduduk dan aktivitas pesisir. Limbah perkotaan masuk ke sungai, lalu terbawa ke terumbu karang saat hujan dan badai.
Jenis ikan juga menentukan risiko. Ikan terumbu dan ikan pemakan dasar laut lebih sering mengandung plastik dibanding ikan perairan terbuka. Partikel plastik kecil mudah menempel pada alga atau mengendap di pasir, lalu tertelan saat ikan mencari makan.
Pola makan turut berpengaruh. Ikan pemakan invertebrata cenderung menelan lebih banyak plastik karena aktivitasnya mengaduk sedimen. Dua spesies terumbu yang umum dikonsumsi, Lethrinus harak dan Parupeneus barberinus, konsisten menunjukkan risiko tersebut di seluruh lokasi penelitian.
Sebagian besar plastik yang ditemukan berbentuk serat, mencapai 65–95 persen dari total partikel. Serat ini umumnya berasal dari pakaian sintetis, tali, dan alat tangkap ikan yang terurai. Instalasi pengolahan limbah sering gagal menyaring partikel sekecil ini.
Rata-rata ikan mengandung sekitar 0,76 partikel plastik di saluran pencernaan. Meski masih diteliti sejauh mana partikel berpindah ke daging ikan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa plastik berukuran sangat kecil dapat bertahan di tubuh dan memicu peradangan.
Menariknya, Vanuatu justru mencatat tingkat terendah, hanya 4,8 persen ikan tercemar. Peneliti menduga faktor arus laut, penghalang terumbu, dan pengelolaan sampah lokal membatasi masuknya plastik ke ekosistem pesisir.
Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal PLOS One.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
ikan tercemar mikroplastik pencemaran laut Pasifik plastik dalam makanan laut























