Ilustrasi virus corona (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Dua virus yang selama ini beredar pada hewan mulai menjadi perhatian serius para ilmuwan karena dinilai memiliki potensi mengancam kesehatan manusia di masa depan. Meski belum memicu wabah global, para peneliti menilai tanda-tanda peringatannya sudah cukup jelas untuk tidak diabaikan.
Dalam sebuah penelitian terbaru, para ahli penyakit menular menyoroti influenza D virus dan canine coronavirus sebagai dua patogen yang saat ini luput dari pengawasan ketat, padahal berpotensi berkembang menjadi ancaman besar jika berevolusi lebih jauh.
Dikutip dari Earth pada Minggu (1/2), influenza D pertama kali diidentifikasi pada 2011 dan umumnya ditemukan pada sapi dan babi.
Sejumlah penelitian menunjukkan paparan virus ini cukup luas di kalangan pekerja peternakan. Bahkan, hingga 97 persen pekerja sapi dalam beberapa studi diketahui memiliki antibodi influenza D, menandakan mereka pernah terpapar virus tersebut meski tanpa gejala.
Kondisi ini justru menimbulkan kekhawatiran, karena virus yang menyebar tanpa menimbulkan gejala dapat bergerak luas tanpa terdeteksi. Lebih jauh, satu varian influenza D yang ditemukan di China dilaporkan telah menunjukkan kemampuan penularan antarmanusia, sebuah karakteristik yang berpotensi mengubahnya menjadi ancaman epidemi.
Sementara itu, canine coronavirus, yang berbeda dari virus penyebab COVID-19, awalnya dikenal menyebabkan gangguan pencernaan pada anjing. Namun dalam beberapa tahun terakhir, virus ini dikaitkan dengan kasus pneumonia pada manusia di Asia Tenggara dan bahkan terdeteksi di Amerika Serikat.
Masalah utamanya adalah minimnya pengujian. Karena virus ini jarang masuk dalam panel diagnostik rumah sakit, banyak kasus kemungkinan tidak tercatat. Akibatnya, penyebaran virus bisa berlangsung tanpa terpantau secara memadai.
Para peneliti menekankan bahwa risiko terbesar bukan pada kondisi saat ini, melainkan pada kurangnya kesiapan. Tanpa pemantauan aktif, sistem deteksi dini, serta riset pengembangan vaksin dan terapi, dunia berisiko kembali terlambat merespons ancaman baru.
Pada akhirnya, influenza D dan canine coronavirus mungkin belum menjadi krisis, tetapi keduanya sudah cukup memberi alasan untuk meningkatkan kewaspadaan global. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
virus hewan ke manusia influenza D virus canine coronavirus wabah global


















