Minggu, 01/02/2026 11:41 WIB

Arab Saudi Peringatkan Dampak AS Tunda Serangan ke Iran





Menhan Saudi dilaporkan menyampaikan peringatan bahwa Iran berpotensi semakin menguat apabila Presiden AS Donald Trump soal serangan ke Iran.

Presiden Amerika Serikat (kiri), Donald Trump dan Menteri Pertahanan Arab Saudi (kanan), Pangeran Khalid bin Salman (Foto: AP/Alex Brandon)

Istanbul, Jurnas.com - Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman (KBS) dilaporkan menyampaikan peringatan bahwa Iran berpotensi semakin menguat apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menindaklanjuti ancaman yang sebelumnya disampaikan.

Menurut laporan Axios yang dikutip pada Sabtu (31/1), peringatan itu disampaikan KBS, tokoh dekat Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dalam sebuah pengarahan tertutup di Washington, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Laporan tersebut menilai sikap KBS mencerminkan perubahan nada publik Arab Saudi, yang selama ini dikenal berhati-hati dan kerap mengingatkan risiko eskalasi konflik dengan Teheran.

Sekitar tiga pekan sebelumnya, MBS disebut mendorong Trump untuk menahan opsi militer karena berisiko memicu konflik regional yang lebih luas, sebuah masukan yang dikabarkan ikut memengaruhi penundaan langkah ofensif.

Kunjungan KBS ke Washington berlangsung ketika Amerika Serikat meningkatkan postur militernya di kawasan Teluk. Meski Trump memerintahkan penambahan signifikan pasukan AS, pejabat Gedung Putih menegaskan belum ada keputusan final dan jalur diplomasi masih terbuka.

Axios juga melaporkan belum terlihat adanya perundingan langsung yang substansial antara AS dan Iran. Sejumlah pejabat AS menilai Teheran belum menunjukkan kesiapan menerima tuntutan Washington.

Dalam rangkaian pertemuan di Gedung Putih pada Kamis, KBS bertemu pejabat senior AS, termasuk Menlu Marco Rubio, Menhan Pete Hegseth, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine.

Sumber-sumber Axios menyebut pembahasan banyak tertuju pada kemungkinan serangan AS terhadap Iran. Namun, KBS dikabarkan meninggalkan pertemuan tanpa kepastian mengenai arah strategi atau niat pemerintahan Trump.

Dalam pengarahan tertutup lain bersama pakar dan perwakilan organisasi Yahudi, KBS disebut mengingatkan bahwa kegagalan bertindak secara militer setelah rangkaian ancaman dapat mendorong Iran semakin berani. Meski demikian, ia juga menekankan perlunya mengelola risiko eskalasi regional.

Secara terbuka, Arab Saudi tetap menyatakan penghormatan terhadap kedaulatan Iran dan menekankan preferensi pada solusi diplomatik. Riyadh juga menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk serangan terhadap Iran.

Axios menilai para pejabat Saudi kini berada dalam posisi sulit: di satu sisi khawatir terhadap dampak serangan AS, di sisi lain enggan melihat Iran kian kuat bila opsi militer akhirnya urung dijalankan.

KEYWORD :

Arab Saudi Menteri Pertahanan Khalid bin Salman Amerika Serikat Donald Trump Negara Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :