Sabtu, 31/01/2026 21:28 WIB

Awas! 5 Kebiasaan Minum Kopi Ini Berdampak Buruk bagi Kesehatan





Cara dan waktu mengonsumsi kopi sangat menentukan apakah manfaat tersebut benar-benar terasa atau justru berubah menjadi risiko kesehatan.

Secangkir Kopi (Foto: Pexels/Rodolfo Quirós)

Jakarta, Jurnas.com - Kopi dikenal sebagai minuman favorit banyak orang karena mampu meningkatkan fokus, memperbaiki suasana hati, dan bahkan dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

Namun di balik reputasinya yang positif, para ahli gizi mengingatkan bahwa cara dan waktu mengonsumsi kopi sangat menentukan apakah manfaat tersebut benar-benar terasa atau justru berubah menjadi risiko kesehatan.

Dikutip dari Earth pada Sabtu (31/1), penelitian menunjukkan bahwa bukan kopinya yang menjadi masalah utama, melainkan kebiasaan minum kopi yang keliru dan dilakukan secara berulang.

Kesalahan kecil yang terlihat sepele dapat memengaruhi kualitas tidur, keseimbangan hormon, kesehatan jantung, hingga metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Salah satu kebiasaan paling umum adalah minum kopi terlalu sore atau mendekati waktu tidur. Kafein merupakan stimulan alami yang bekerja langsung pada sistem saraf pusat, dan efeknya dapat bertahan selama berjam-jam setelah dikonsumsi. Akibatnya, tubuh kesulitan untuk merasa mengantuk meskipun sudah waktunya beristirahat.

Berbagai studi menemukan bahwa minum kopi hingga enam jam sebelum tidur dapat menurunkan kualitas tidur secara signifikan. Padahal tidur memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh, kesehatan mental, fokus, serta pencegahan penyakit kronis. Karena itu, para ahli menyarankan untuk menghentikan konsumsi kopi setidaknya enam jam sebelum tidur malam.

Ahli gizi Melissa Prest menyarankan agar kebiasaan minum kopi di sore hari diganti dengan kopi tanpa kafein. Dengan cara ini, seseorang tetap bisa menikmati rasa kopi tanpa mengganggu ritme tidur alami tubuh.

Kebiasaan lain yang kerap diabaikan adalah memilih kopi tanpa filter, seperti kopi tubruk, French press, atau kopi Turki. Jenis kopi ini mengandung senyawa diterpena, terutama cafestol dan kahweol, dalam jumlah lebih tinggi dibanding kopi yang disaring menggunakan kertas.

Senyawa tersebut diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat dalam darah. Jika dikonsumsi secara rutin, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, terutama pada individu yang sudah memiliki masalah kolesterol sebelumnya. Karena itu, kopi seduh dengan kertas filter dinilai lebih aman untuk konsumsi harian.

Masalah lain yang sering muncul adalah kebiasaan menambahkan terlalu banyak gula atau pemanis ke dalam kopi. Gula berlebih tidak hanya meningkatkan asupan kalori, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

Selain itu, konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus dan memperburuk kondisi kesehatan mental tertentu. Para ahli merekomendasikan untuk menikmati kopi tanpa gula atau menggunakan pemanis alami dalam jumlah sangat terbatas agar manfaat kopi tetap optimal.

Minum kopi tepat setelah bangun tidur juga termasuk kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Pada pagi hari, tubuh secara alami menurunkan kadar adenosin, zat kimia otak yang mengatur rasa kantuk dan ritme sirkadian. Minum kopi terlalu cepat justru dapat mengganggu proses alami ini.

Ahli gizi Debbie Petitpain menyarankan untuk menunda minum kopi sekitar 60 hingga 90 menit setelah bangun tidur. Selama waktu tersebut, tubuh sebaiknya diberi air putih, paparan cahaya matahari, dan sedikit aktivitas fisik agar proses bangun alami berjalan lebih efektif.

Kebiasaan yang juga cukup berisiko adalah menggunakan kopi sebagai pengganti makan. Meski kopi sering dikaitkan dengan penurunan berat badan, minuman ini tidak mengandung cukup protein, serat, dan mikronutrien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Menggantikan makan dengan kopi dapat menyebabkan fluktuasi gula darah, rasa lelah berkepanjangan, dan gangguan metabolisme. Para ahli menyarankan agar kopi dikonsumsi setelah makan, misalnya setelah sarapan, untuk membantu kontrol gula darah dan memberikan efek energi yang lebih stabil.

Secara umum, konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari atau sekitar satu hingga empat cangkir kopi masih tergolong aman bagi kebanyakan orang dewasa. Namun, kualitas pola makan dan waktu konsumsi tetap menjadi faktor kunci agar kopi tidak berdampak negatif bagi kesehatan.

Ahli nutrisi Keri Glassman menyarankan agar kebutuhan energi di sore hari dipenuhi dengan camilan bernutrisi, bukan kopi tambahan. Kombinasi protein, serat, dan cairan justru memberikan energi yang lebih tahan lama dibanding efek stimulan sesaat dari kafein.

Dengan memperbaiki kebiasaan minum kopi, manfaat kesehatan dari minuman ini dapat dirasakan secara maksimal tanpa harus mengorbankan kualitas tidur, kesehatan jantung, maupun keseimbangan metabolisme tubuh.

KEYWORD :

kebiasaan minum kopi efek kopi bagi kesehatan kesalahan minum kopi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :