Sabtu, 31/01/2026 13:29 WIB

Mengapa Malam Nisfu Syaban Dijuluki Hari Raya Malaikat?





Salah satu sebutan untuk malam Nisfu Syaban adalah Lailah Idil Malaikah atau Hari Raya Malaikat

Ilustrasi - Malam Nisfu Syaban (Foto: UIN SGD)

Jakarta, Jurnas.com - Malam Nisfu Sya’ban, yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah, dikenal sebagai salah satu malam istimewa dan penuh keberkahan. Selain dipenuhi rahmat dan ampunan, malam ini juga dikenal dengan banyak sebutan mulia yang mencerminkan keagungan rahmat Allah SWT bagi makhluknya.

Salah satu sebutan untuk malam Nisfu Syaban adalah Lailah Idil Malaikah atau Hari Raya Malaikat, menandakan malam di mana para malaikat sibuk menjalankan tugas Allah di bumi, membawa rahmat dan pengampunan bagi manusia.

Di Indonesia, Nisfu Syaban tahun 1447 H atau 2026 M diperkirakan jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026 hingga terbit fajar Selasa, 3 Februari 2026. Penetapan ini berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 1447 H mengikuti kesepakatan pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Penetapan ini menjadi konteks penting agar umat Islam dapat mempersiapkan diri menyambut malam yang diyakini sebagai Hari Raya Malaikat tersebut.

Lantas, mengapa malam ini disebut Hari Raya Malaikat? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini yang dikutip dari NU Online dan berbagai sumber lainnya.

Dalam kitab Fadlilah al-Muharram wa Rajab wa Sya’ban, KH Sholeh Darat Semarang menjelaskan bahwa malam Nisfu Syaban merupakan hari raya bagi para malaikat, sebagaimana Lailatul Qadar. Kedua malam ini diyakini sebagai momentum istimewa ketika malaikat turun dan menjalankan tugas-tugas agung dari Allah SWT.

Dijelaskan, malam ini disebut Hari Raya Malaikat karena malaikat tidak pernah tidur, sehingga perayaan mereka berlangsung di malam hari, berbeda dengan manusia yang merayakan hari besar di siang hari. 

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah di malam Nisfu Syaban, seperti shalat malam, membaca dua kalimat syahadat, istighfar, memperbanyak doa dan shalawat, hingga memperbanyak puasa sunnah seperti puasa Nisfu Syaban.

Keutamaan puasa Nisfu Syaban sangat besar, seperti yang dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha. Dalam hadis tersebut, disebutkan bahwa Rasulullah SAW lebih banyak berpuasa di bulan Syaban dibandingkan bulan lainnya, kecuali Ramadan.

Puasa Nisfu Syaban merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an dan berdoa. Setelah berpuasa seharian, disunnahkan untuk berbuka dengan kurma atau air putih, serta mengucapkan doa buka puasa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Selain itu, malam Nisfu Syaban juga dimanfaatkan oleh umat Islam untuk melaksanakan pengajian atau doa bersama, sehingga mempererat tali silaturahmi. Ini menjadi momen yang sangat baik untuk meningkatkan amal ibadah secara kolektif atau sosial, serta momen saling memaafkan.

Menurut Sayyid Muhammad bin Alawi, malam ini merupakan kesempatan emas untuk memohon ampunan, memperbaiki amal, dan membersihkan hati, karena setiap amalan akan diangkat dan diperiksa Allah pada bulan Syaban.

Dengan berbagai keutamaan tersebut, julukan Hari Raya Malaikat pada malam Nisfu Syaban memiliki dasar spiritual yang kuat. Malam ini menjadi titik pertemuan antara rahmat Allah, ketaatan malaikat, dan harapan manusia akan ampunan serta keberkahan.

Nisfu Syaban menjadi momentum memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan menyiapkan hati untuk menyambut bulan Ramadan dengan penuh berkah. Ia menjadi jembatan penting menuju bulan suci dengan hati yang lebih bersih dan ibadah yang lebih khusyuk.

KEYWORD :

Malam Nisfu Syaban Hari Raya Malaikat Bulan Syaban




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :