Sabtu, 31/01/2026 12:31 WIB

Keutamaan Puasa Nisfu Syaban dalam Hadis Nabi SAW





Dengan menjalankan puasa Nisfu Syaban, umat Islam tidak hanya mengharapkan pahala besar, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana memperbaiki diri.

Ilustrasi - seorang pria sedang menunggu waktu berbuka puasa (Foto: Pexels/Oladimeji Ajegbile)

Jakarta, Jurnas.com - Nisfu Syaban merupakan momen istimewa dalam kalender Hijriah yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban.

Umat Islam memaknai waktu ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amalan sunnah sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan.

Salah satu amalan yang kerap dilakukan adalah puasa sunnah pada tanggal 15 Syaban, yang dikenal sebagai puasa Nisfu Syaban.

Keutamaan puasa di bulan Syaban secara umum didasarkan pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Ia menyebut bahwa Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan Syaban. Dalam riwayat tersebut disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ إِلَّا قَلِيلًا

“Rasulullah SAW biasa berpuasa hampir sepanjang bulan Syaban.” (HR. Muslim).

Hadis ini menjadi dasar bahwa memperbanyak puasa di bulan Syaban, termasuk pada hari Nisfu Syaban, merupakan amalan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, keistimewaan Nisfu Syaban juga dikaitkan dengan malam pertengahannya yang memiliki nilai spiritual tinggi. Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah disebutkan bahwa Allah SWT melimpahkan ampunan pada malam tersebut. Rasulullah SAW bersabda:
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Allah melihat seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang yang berbuat syirik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah).

Hadis ini menjadi landasan anjuran untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa, sebagai bentuk ikhtiar meraih ampunan Allah SWT.

Puasa Nisfu Syaban sendiri tidak berdiri sebagai ibadah khusus dengan tata cara tersendiri, melainkan termasuk dalam kategori puasa sunnah di bulan Syaban.

Oleh karena itu, niatnya dapat digabungkan dengan puasa sunnah mutlak. Hal ini sejalan dengan kaidah umum dalam Islam yang mendorong umatnya memperbanyak amal saleh tanpa memberatkan diri.

Adapun terkait besaran pahala puasa Nisfu Syaban, tidak terdapat dalil yang menyebutkan angka atau hitungan pahala secara spesifik. Namun, keutamaan puasa secara umum ditegaskan dalam hadis qudsi. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Artinya: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa pahala puasa, termasuk puasa Nisfu Syaban, memiliki keistimewaan karena langsung dinilai dan dibalas oleh Allah SWT.

KEYWORD :

Info Keislaman Bulan Syaban Malam Nisfu Syaban Ibadah Puasa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :