Penyusutan es laut di Arktik Rusia, khususnya di wilayah timur laut Siberia (Foto: Live Science)
Jakarta, Jurnas.com - Para ilmuwan menemukan momen krusial sejak tahun 2000 yang membuat El Nino semakin mempercepat penyusutan es laut di Arktik Rusia, khususnya di wilayah timur laut Siberia. Temuan ini mengungkap bagaimana perubahan kecil dalam sistem iklim global dapat berdampak besar di kawasan kutub.
Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Science Advances pada 14 Januari, peneliti mengidentifikasi tipping point atau titik balik iklim yang memperkuat pengaruh El Nino-Southern Oscillation (ENSO) terhadap hilangnya es laut di Laut Laptev dan Laut Siberia Timur.
Dikutip dari Live Science, selama ini, hubungan antara ENSO dan es laut Arktik memang sudah dikenal. Namun, riset baru menunjukkan bahwa setelah tahun 2000, transisi El Nino berlangsung lebih cepat dan berdampak lebih kuat. Akibatnya, wilayah tersebut mengalami cuaca lebih hangat dan lembap, serta penurunan es laut yang signifikan pada musim gugur setelah fase El Nino berakhir.
Analisis data suhu permukaan laut dan konsentrasi es laut periode 1979–2023 menunjukkan bahwa keluarnya fase El Nino menciptakan kantong air dingin di Pasifik tropis. Sejak 2000, pendinginan ini menjadi lebih ekstrem, diduga akibat interaksi dengan Pacific Decadal Oscillation, siklus iklim jangka panjang di Samudra Pasifik.
Pendinginan tersebut mendorong sistem tekanan tinggi bernama Western North Pacific Anticyclone (WNPAC) bergerak ke utara. Dampaknya, terbentuk tekanan tinggi lain di atas Laut Laptev dan Laut Siberia Timur, yang kemudian menarik panas dan uap air dari Pasifik Utara ke Arktik, mempercepat pencairan es di sepanjang jalurnya.
Sebelum tahun 2000, keterkaitan mekanisme ini belum cukup kuat untuk memengaruhi es laut Arktik secara signifikan.
Temuan ini dinilai penting untuk meningkatkan prediksi es laut, terutama bagi keselamatan pelayaran di rute Arktik.
“Es laut sangat memengaruhi iklim Arktik dan keamanan maritim,” ujar Cen Wang, ilmuwan atmosfer dari Hong Kong University of Science and Technology, salah satu penulis studi, dikutip Live Science.
Para peneliti mengatkan bahwa perubahan sejak tahun 2000 ini dipicu oleh siklus alami iklim Bumi, bukan langsung oleh aktivitas manusia. Namun, ilmuwan lain mengingatkan bahwa perubahan iklim akibat manusia dapat mengganggu pola alami tersebut dan menambah ketidakpastian jangka panjang.
Ke depan, tim peneliti berencana mengkaji lebih jauh bagaimana pemanasan global buatan manusia dapat memperkuat atau bahkan menutupi pola alami pencairan es di Arktik Rusia. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Titik Kritis Iklim El Nino Es Laut Arktik Rusia Perubahan Iklim















